POSKOTA.CO.ID - Kemampuan sepeda motor harian dalam menghadapi tekanan ekstrem kembali diuji melalui ajang balap ketahanan. Kali ini, Yamaha menghadirkan pembuktian tersebut lewat kegiatan Gear Ultima Endurance Race yang digelar di Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan seri perdana Yamaha Cup Race di Sirkuit Puncak Mario, Sidrap, pada Minggu, 19 April 2026 kemarin. Dalam ajang tersebut, Yamaha Gear Ultima diuji dengan cara digeber secara maksimal selama satu jam penuh tanpa henti.
Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. menyebut Gear Ultima Endurance Race ini merupakan salah satu bentuk komitmen untuk terus membuktikan bahwa skutik Yamaha merupakan skutik yang berkualitas.
"Mulai dari rangkanya yang terjamin lewat touring ribuan kilometer dari Jakarta hingga Bali dan kini kualitas mesinnya pun terbukti kuat dan tetap responsif walaupun diajak gaspol dengan RPM lebih dari batas maksimal selama 1 jam non-stop di sirkuit yang pastinya punya banyak tikungan tajam sehingga dapat membuktikan keunggulan lainnya, seperti stabilitas dan handlingnya yang tidak kalah unggul,” ujar dia.
Mesin Dipacu di Atas Batas Normal
Pengujian dilakukan di lintasan yang memiliki karakter trek lurus panjang hingga 400 meter dan 250 meter, serta kombinasi tikungan yang menantang. Kondisi ini membuat mesin bekerja di tekanan tinggi dalam waktu yang cukup lama.
Mesin Blue Core Hybrid 125cc yang digunakan bahkan dipacu hingga mencapai 6.600 RPM, melampaui batas tenaga puncak normal di angka 6.500 RPM. Angka tersebut juga jauh lebih tinggi dibandingkan penggunaan harian di jalan perkotaan.
Baca Juga: Yamaha Gear Ultima Resmi Diperbarui, Simak Spesifikasi, Warna dan Harga
Meski demikian, performa kendaraan tetap stabil tanpa menunjukkan gejala penurunan tenaga hingga menyelesaikan 43 putaran.
Tanpa Modifikasi, Libatkan 20 Pembalap Lokal
Menariknya, seluruh unit yang digunakan dalam ajang ini tidak mengalami modifikasi. Sebanyak 10 unit Yamaha Gear Ultima dalam kondisi standar diterjunkan, dengan partisipasi 20 rider lokal.
Hal ini menjadi indikator bahwa performa yang dihasilkan merupakan kemampuan asli kendaraan tanpa perubahan teknis.
Selain performa mesin, aspek kenyamanan dan stabilitas juga menjadi sorotan dalam uji ketahanan ini. Dengan ban bertapak lebar, motor mampu menjaga grip optimal saat melibas tikungan dengan kecepatan tinggi.
