Modus Baru Penipuan Silent Call, Kenapa Panggilan Kosong Bisa Berbahaya?

Minggu 19 Apr 2026, 08:45 WIB
Ilustrasi panggilan tak dikenal di ponsel yang menjadi bagian dari modus penipuan silent call berbasis rekayasa sosial. (Sumber: Pinterest)

Ilustrasi panggilan tak dikenal di ponsel yang menjadi bagian dari modus penipuan silent call berbasis rekayasa sosial. (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Fenomena silent call atau panggilan hening belakangan semakin sering dialami pengguna ponsel di Indonesia. Sekilas tampak seperti panggilan iseng telepon berdering tanpa suara lalu terputus namun di balik itu, tersimpan pola kejahatan siber yang semakin canggih. Praktik ini bukan sekadar gangguan, melainkan bagian awal dari skema penipuan berbasis telepon yang terstruktur.

Dosen Ilmu Komputer dari IPB University, Heru Sukoco, menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Ia menyarankan satu prinsip sederhana namun krusial: jangan angkat, jangan telepon balik, dan segera blokir nomor tersebut.

Bagaimana Silent Call Bekerja?

Dalam praktiknya, silent call merupakan bagian dari teknik Social engineering atau rekayasa sosial. Pelaku memanfaatkan psikologi manusia rasa penasaran, khawatir, atau refleks untuk membalas panggilan sebagai celah untuk memulai serangan.

Baca Juga: Siapa Lebih Unggul? Head to Head Persib Bandung vs Dewa United Ungkap Fakta Menarik

Biasanya, panggilan datang dari nomor tidak dikenal, sering kali menggunakan kode internasional. Telepon hanya berlangsung beberapa detik tanpa suara, lalu terputus. Meski terlihat sepele, panggilan ini memiliki beberapa tujuan:

  • Memverifikasi apakah nomor aktif
  • Memancing korban melakukan call back
  • Mengumpulkan data untuk serangan lanjutan

Dalam banyak kasus, korban yang menelepon balik justru terhubung ke nomor premium dengan tarif tinggi atau masuk ke skema penipuan lanjutan seperti Phishing dan pencurian kode One Time Password.

Risiko Nyata di Balik Panggilan Hening

Dampak dari silent call tidak bisa dianggap remeh. Nomor yang terdeteksi aktif berpotensi masuk ke dalam daftar target pelaku kejahatan siber. Dari situ, korban bisa menerima serangan lanjutan berupa:

  • Penipuan OTP dan akses akun
  • Penyalahgunaan data pribadi seperti NIK atau informasi bank
  • Tagihan tidak wajar akibat panggilan ke nomor premium

Heru mengingatkan, “Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon.”

Cara Menghindari Jebakan Silent Call

Langkah pencegahan menjadi kunci utama. Beberapa kebiasaan sederhana dapat secara signifikan menurunkan risiko:

Pertama, hindari mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal, terutama dengan kode luar negeri. Jika memang penting, biasanya penelepon akan mencoba kembali atau mengirim pesan.

Kedua, jangan pernah melakukan call back. Teknik missed call bait adalah salah satu metode paling umum untuk menjebak korban.


Berita Terkait


News Update