Mengenal Ikan Sapu-Sapu: Asal, Jenis, dan Penyebarannya di Perairan Indonesia

Jumat 17 Apr 2026, 19:50 WIB
Populasi ikan sapu-sapu terus meningkat di Indonesia. Simak asal usul, jenis yang sering ditemukan, serta dampaknya terhadap lingkungan dan ekosistem sungai. (Sumber: Pinterest/Augustus Maximus)

Populasi ikan sapu-sapu terus meningkat di Indonesia. Simak asal usul, jenis yang sering ditemukan, serta dampaknya terhadap lingkungan dan ekosistem sungai. (Sumber: Pinterest/Augustus Maximus)

POSKOTA.CO.ID - Ikan sapu-sapu kembali menjadi sorotan publik setelah Pemprov DKI Jakarta menggelar aksi penangkapan massal di sejumlah wilayah. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan populasi ikan invasif yang dinilai merusak ekosistem perairan.

Kegiatan penertiban tersebut dilakukan di lima wilayah administratif, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Langkah ini diambil karena keberadaan ikan sapu-sapu dinilai semakin mengkhawatirkan.

"Jadi untuk pembersihan ikan sapu-sapu akan dilakukan di lima kota. Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara," kata Pramono di Balai Kota Jakarta pada Kamis, 16 April 2026.

Menurutnya, ikan sapu-sapu yang berasal dari luar negeri ini membawa dampak negatif bagi keseimbangan ekosistem sungai di Jakarta. Lantas, bagaimana sebenarnya asal usul ikan sapu-sapu dan mengapa penyebarannya begitu cepat di Indonesia?

Baca Juga: Kenapa Ikan Sapu-Sapu Tidak Boleh Dimakan? Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui

Asal Usul Ikan Sapu-Sapu

Ikan sapu-sapu yang dikenal dengan nama ilmiah Hypostomus plecostomus berasal dari kawasan Amerika Selatan. Habitat aslinya berada di sungai-sungai dengan aliran deras dan air jernih, seperti di wilayah Paraguay, Argentina bagian utara, Uruguay, hingga kawasan Sungai Amazon.

Selain itu, spesies ini juga ditemukan di sejumlah sungai besar di Brasil bagian selatan, termasuk Rio de la Plata dan Rio Paraguay. Meski terbiasa hidup di perairan mengalir, ikan ini juga mampu bertahan di perairan tergenang seperti danau dan rawa.

Keunggulan utama ikan sapu-sapu adalah kemampuannya beradaptasi di lingkungan ekstrem, termasuk di perairan dengan kadar oksigen rendah. Bahkan, ikan ini dapat mengambil oksigen langsung dari udara, sehingga mampu bertahan hidup di luar air dalam waktu tertentu.

Di habitat aslinya, populasi ikan ini masih terkendali karena adanya predator alami seperti Arapaima dan Peacock Bass.

Ciri dan Bentuk Ikan Sapu-Sapu

Secara fisik, ikan sapu-sapu memiliki tubuh yang dilapisi sisik keras namun tetap fleksibel. Bentuk kepalanya pipih menyerupai ikan lele, dengan bagian perut yang memiliki pola bintik-bintik putih.

Salah satu ciri khas utamanya adalah mulut berbentuk penghisap yang terletak di bagian bawah kepala. Fungsi mulut ini memungkinkan ikan menempel sekaligus menghisap makanan dari permukaan seperti batu atau dinding perairan.

Selain itu, ikan ini memiliki sirip punggung dengan jumlah 9 hingga 14 jari-jari, serta sirip dada yang dilengkapi duri kecil. Ukuran tubuhnya dapat mencapai 40 cm, bahkan bisa tumbuh hingga 35 cm hanya dalam waktu dua tahun.

Baca Juga: Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Penguatan Tata Kelola Pelayanan RSUD Wilayah Jayapura

Jenis Ikan Sapu-Sapu dan Penyebarannya di Indonesia

Di Indonesia, ikan sapu-sapu awalnya masuk sebagai ikan hias akuarium. Namun, pelepasan ke alam bebas membuat populasinya berkembang pesat tanpa kontrol.

Berdasarkan data dari Badan Karantina Indonesia, ikan ini kini menjadi salah satu spesies yang banyak ditemukan di perairan Indonesia, terutama dari genus Pterygoplichthys.

Dalam klasifikasi ilmiah, ikan sapu-sapu termasuk dalam Kingdom Animalia, Filum Chordata, Kelas Pisces, Ordo Siluridea, dan Famili Loricariidae. Beberapa genus yang umum dikenal antara lain Hypostomus, Hyposarcus, dan Pterygoplichthys.

Sementara itu, spesies yang paling sering ditemukan di Indonesia meliputi Pterygoplichthys pardalis dan Pterygoplichthys disjunctivus.

Genus Pterygoplichthys sendiri menjadi yang paling dominan dengan puluhan spesies yang telah teridentifikasi di berbagai wilayah perairan Indonesia.

Baca Juga: Hanya Disidang Etik, Kasus Dugaan Rudapaksa oleh Oknum Polisi Tuai Kemarahan Publik

Dampak dan Alasan Penyebaran Sulit Dikendalikan

Pesatnya penyebaran ikan sapu-sapu tidak lepas dari kemampuan adaptasinya yang tinggi. Ikan ini mampu hidup di berbagai kondisi perairan, mulai dari sungai bersih hingga perairan tercemar dengan oksigen rendah.

Selain itu, sifatnya sebagai omnivora oportunistik membuatnya dapat memakan berbagai jenis makanan, mulai dari alga, telur ikan lain, hingga organisme kecil yang penting dalam rantai makanan.

Kondisi ini berdampak langsung pada ikan lokal yang kesulitan mendapatkan makanan dan terganggu proses reproduksinya. Dalam sekali berkembang biak, ikan sapu-sapu mampu menghasilkan ratusan telur yang dijaga hingga menetas.

Tak hanya itu, kebiasaan menggali sarang di dasar dan tepi sungai juga berpotensi merusak struktur tanah dan mempercepat erosi. Ditambah dengan tubuhnya yang keras dan adanya duri tajam, ikan ini juga sulit dimangsa oleh predator lokal.

Situasi tersebut menjadikan ikan sapu-sapu sebagai spesies invasif yang perlu dikendalikan secara serius demi menjaga keseimbangan ekosistem perairan di Indonesia.

Dengan memahami asal usul, jenis, serta dampaknya, diharapkan masyarakat semakin sadar akan bahaya pelepasan ikan asing ke alam bebas yang dapat mengganggu lingkungan dalam jangka panjang.


Berita Terkait


News Update