Melansir cuitan akun X @hendrifisnaeni, Lagu berjudul "Erika" ini disebut sebagai lagu kebangsaan OSD HMT-ITB.
OSD (Orkes Semi Dangdut) merupakan bagian dari HMT (Himpunan Mahasiswa Tambang) ITB.
Hal ini menunjukkan bahwa lagu tersebut memiliki posisi khusus dalam tradisi internal kelompok tersebut.
Tagline-nya "Atas nama dangdut dan cinta". Keberadaan OSD menjadi salah satu bentuk ekspresi seni dan kreativitas mahasiswa di lingkungan kampus.
Dinamakan Orkes Semi Dangdut karena orkes ini tidak seutuhnya menjadikan dangdut sebagai unsurnya, namun juga mengambil jenis-jenis musik yang lain.
Perpaduan genre ini menjadi ciri khas yang membedakan OSD dari kelompok musik lainnya.
Cikal bakal OSD muncul tahun 1978 dan personel awal OSD terbentuk pada 1979. Sejak saat itu, kelompok ini mulai berkembang dan membangun identitasnya di lingkungan kampus.
Masuknya dua personal baru menambah lagu-lagu OSD. Nama OSD mulai dipakai. Seiring waktu, eksistensi mereka semakin dikenal, tidak hanya di internal kampus tetapi juga dalam berbagai ajang kompetisi.
OSD mengikuti dan meraih banyak penghargaan dari lomba-lomba musik dangdut. Prestasi tersebut memperkuat posisi mereka sebagai salah satu kelompok musik mahasiswa yang cukup berpengaruh.
Setelah lama vakum, OSD diaktifkan lagi pada 1994 hingga kini. Keberlanjutan ini menunjukkan bahwa OSD bukan sekadar komunitas sementara, melainkan bagian dari tradisi panjang yang terus diwariskan antar generasi mahasiswa.
Baca Juga: Viral Harga Kaos Kaki hingga Rp100 Ribu? Ini Penjelasan BGN Soal Anggaran Rp6,9 Miliar
Klarifikasi dan Permohonan Maaf dari HMT-ITB
Menanggapi polemik yang berkembang, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB (HMT-ITB) merilis pernyataan resmi pada Rabu, 15 April 2026.
