POSKOTA.CO.ID - Nama Rossa kembali jadi sorotan, bukan karena karya terbaru, melainkan tudingan yang menyentuh ranah personal: operasi plastik gagal. Isu itu menyebar cepat di media sosial, dipicu oleh konten video yang tampak meyakinkan—namun belakangan disebut sebagai hasil manipulasi.
Pihak manajemen tak tinggal diam. Mereka menemukan adanya dugaan rekayasa konten yang menggabungkan visual, audio, dan narasi secara menyesatkan. Bukan sekadar editan biasa, tetapi disusun sedemikian rupa hingga membentuk “cerita” yang terlihat nyata.
Kuasa hukum Rossa, Natalia Rusli, mengungkap pola tersebut dengan cukup gamblang. Ia menyebut ada proses “jahit-menjahit” antara gambar, suara, dan narasi.
“Jadi sebenarnya ada tiga proses. Gambar Mbak Rossa diambil lalu digabungkan dengan seseorang yang berbicara. Musiknya juga digunakan,” ujarnya.
Baca Juga: Ryan Nirwan Bersama Toyota Gazoo Racing Indonesia Juara Kejurnas Sprint Rally 2026
Pernyataan itu memperjelas bahwa konten tersebut tidak berdiri sebagai fakta, melainkan konstruksi yang sengaja dibangun.
Manajemen Rossa dengan tegas membantah seluruh tudingan operasi plastik. Mereka menegaskan bahwa perubahan penampilan sang diva adalah hal wajar dalam industri hiburan.
Dalam dunia artis, penggunaan makeup artist profesional bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari identitas visual. Tren kecantikan terus berubah, dan penyesuaian tampilan menjadi bagian dari tuntutan profesi.
Natalia menambahkan, publik kerap terlalu cepat menyimpulkan sesuatu tanpa dasar medis yang jelas.
“Padahal Mbak Rossa tidak melakukan operasi. Namanya artis, punya makeup artist yang mengikuti tren,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa standar kecantikan bersifat subjektif. Apa yang dianggap berbeda oleh satu orang, belum tentu memiliki makna yang sama bagi orang lain.
