Obrolan Warteg: Merger, Tak Sebatas Koalisi

Selasa 14 Apr 2026, 12:44 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg edisi Selasa, 14 April 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Ilustrasi Obrolan Warteg edisi Selasa, 14 April 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

“Betul namanya beda, tapi hakikatnya sama, peleburan secara struktural baik aset maupun operasional, termasuk di dalamnya SDM,” kata Heri.

“Bedanya, kalau dua institusi yang bergabung menjadi satu namanya merger, jika jumlahnya lebih dari dua, disebut konsolidasi,” kata Yudi.

“Tapi tumben kalian bicara soal merger, apa karena lagi ada isu merger dua parpol, Nasdem dan Gerindra?,” tanya mas Bro.

“Nah, sudah tahu jawabnya mengapa masih harus bertanya,” sindir Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Bijak Manfaatkan Kecerdasan Buatan

“Ya, untuk memastikan saja, kemana arah obrolan kalian yang hendak disampaikan,”jawab mas Bro.

“Obrolan sudah pasti, tapi soal merger kedua parpol belum pasti, Itu hanyalah isu. Menurut petinggi parpol yang bersangkutan, secara internal belum ada pembahasan soal itu,” jelas Heri.

“Kalau ada merger dua parpol besar sekarang ini akan menjadi sejarah politik negeri ini. Pada pemilu mendatang berpeluang menjadi pemenang,” ujar Yudi.

“Betul juga. Merujuk kepada pemilu lalu, jika perolehan suara kedua parpol dimaksud digabung menjadi di atas 20 persen. Tertinggi karena pemenang pemilu hanya memperoleh angka 16,72 persen dari total suara sah nasional,” urai Heri.

“Apa pun namanya, merger atau fusi, bukan sebatas koalisi,” jelas mas Bro.


Berita Terkait


News Update