"Tidak terdapat peningkatan signifikan perpindahan penduduk ke Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Justru, berdasarkan data Dukcapil, tren pendatang cenderung menurun," ungkapnya.
Dia menyebut, jumlah pendatang pasca Lebaran tercatat sebanyak 27.478 orang pada 2022, kemudian menurun menjadi 25.918 orang pada 2023, dan kembali turun cukup signifikan menjadi 16.207 orang pada 2024 serta 16.049 orang pada 2025.
"Sementara itu, berdasarkan data terbaru periode 25 Maret hingga 13 April 2026, jumlah pendatang tercatat sebanyak 5.501 jiwa dan masih bersifat dinamis," ujar dia.
Baca Juga: Predikat Terpadat Dunia, Warga Jakarta Rasakan Sumpek dan Padat Setiap Hari
Ia mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa arus perpindahan penduduk ke Jakarta relatif terkendali dan tidak mengalami lonjakan signifikan. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa kepadatan penduduk tetap memberikan dampak terhadap berbagai aspek kehidupan kota, termasuk pelayanan administrasi kependudukan dan daya dukung infrastruktur.
"Kepadatan penduduk di Jakarta tidak hanya berdampak pada meningkatnya kebutuhan layanan administrasi kependudukan, tetapi juga memberikan tekanan terhadap daya dukung infrastuktur kota seperti ketersediaan perumahan, sanitasi air bersih, hingga fasilitas lingkungan terutama di kawasan pemukiman padat," kata dia.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk memastikan setiap pergerakan penduduk dapat terdata dengan baik, sehingga pelayanan administrasi tetap akurat dan mampu mendukung perencanaan layanan publik yang tepat sasaran.
"Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memastikan setiap pergerakan penduduk agar dapat terdata dengan baik, sehingga pelayanan administrasi kependudukan tetap akurat dan dapat mendukung perencanaan layanan publik yang lebih tepat sasaran," ucapnya.
Baca Juga: Polisi Amankan 2.311 Obat Keras di Ciomas Bogor, 2 Terduga Bandar Diburu
Untuk itu, Disdukcapil DKI Jakarta telah melakukan berbagai langkah strategis dalam mengendalikan sekaligus mendata arus urbanisasi. Salah satunya melalui sosialisasi serta layanan jemput bola bagi para pendatang di lima kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan para pendatang segera terdata," kata Nur.
Dengan berbagai upaya tersebut, Nur memastikan proses pendataan dan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan tertib di tengah tingginya mobilitas penduduk di Jakarta.
