“Sudah kembali ke topik awal, sudah dipastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik sehingga tidak akan ada efek domino, itu yang patut kita syukuri,” ujar mas Bro.
“Tapi, bagaimana Bro, kalau harga BBM nonsubsidi yang naik, berdampak nggak?,” tanya Yudi lagi.
“Apa pun bentuk kenaikan harga pasti akan berdampak. Sekalipun nonsubsidi tentu akan berdampak, utamanya bagi para konsumennya akan merogoh kocek lebih dalam lagi,” jawab mas Bro.
“Tapi pengguna BBM nonsubsidi itu umumnya kantongnya tebal, jadi tak perlu merogoh lebih dalam lagi,” kata Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Tak Ada Lagi Ruang Negosiasi
“Itu yang RON tinggi, 95 dan 98 dan seterusnya penggunanya kalangan atas. Kalau pertamax RON 92, penggunanya sudah mayoritas, terlebih mobil produksi sekarang dianjurkan menggunakan RON di atas 90,” jelas Heri.
“Itulah yang sedang dikaji oleh pemerintah mengenai kenaikan harga BBM nonsubsidi, imbasnya bagi perekonomian bagaimana, dampak inflasinya dan sebagainya. Yang namanya kenaikan BBM akan berdampak ke mana – mana,” urai mas Bro.
“Kalau begitu beralih ke jenis kendaraan listrik saja. Sekarang sudah banyak masyarakat menggunakan sepeda motor listrik, mobil listrik. Selain hemat BBM, juga hemat pengeluaran. Harga mobil listrik dengan kelengkapan fitur di dalamnya, juga mulai bersaing dengan mobil BBM,” kata Yudi.
“Promosi mobil listrik nih?,” sindir Heri.
“Bukan promosi, bukankah kita sering dianjurkan untuk beralih ke kendaraan listrik?,” balik Yudi bertanya.
