Hadapi El Nino 2026, Kementan Pastikan Stok Pangan Indonesia Aman untuk 11 Bulan

Selasa 07 Apr 2026, 15:00 WIB
Ilustrasi. Pemerintah melalui Kementan menjamin stok pangan nasional cukup hingga 11 bulan ke depan. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Ilustrasi. Pemerintah melalui Kementan menjamin stok pangan nasional cukup hingga 11 bulan ke depan. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

POSKOTA.CO.ID - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan Indonesia berada dalam posisi yang siap menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat. Keyakinan ini didukung oleh kondisi stok pangan nasional yang saat ini berada pada level sangat tinggi.

Di tengah kekhawatiran akan dampak cuaca ekstrem yang dapat mengganggu produksi pertanian, pemerintah justru menunjukkan optimisme. Ketersediaan beras dan komoditas pangan lainnya dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa pengalaman Indonesia dalam menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya menjadi bekal penting dalam mengantisipasi kondisi serupa saat ini.

Menurutnya, kesiapan tersebut tidak hanya berasal dari stok pangan yang melimpah, tetapi juga dari berbagai langkah strategis yang telah disiapkan pemerintah guna menjaga stabilitas produksi di tengah ancaman kekeringan.

Baca Juga: Kepala BGN Buka Suara usai Viral 70 Ribu Motor Listrik MBG di Jabar: Ungkap Jumlah dan Fungsinya

Pengalaman Hadapi El Nino Jadi Modal Utama

Usai meninjau gudang Perum Bulog di Makassar, Minggu 5 April 2026, Amran menegaskan bahwa pemerintah telah belajar dari pengalaman menghadapi El Nino besar, termasuk pada 2015, 2023, dan 2024.

“Itu El Nino Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tapi, sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” kata Mentan Amran usai meninjau gudang Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 5 April 2026.

Stok Beras Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Amran menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam posisi sangat kuat. Hal ini tercermin dari stok beras pemerintah yang mencapai 4,5 juta ton pada awal April 2026.

“Sekarang stok kita tertinggi selama merdeka. 4,5 juta. Insya Allah 10 hari, 20 hari ke depan itu 5 juta,” tegasnya.

Selain stok yang tersimpan di gudang pemerintah, Kementan juga mencatat ketersediaan pangan di sektor lain, termasuk hotel, restoran, dan kafe (horeka), serta potensi produksi dari lahan yang sedang memasuki masa panen.

“Yang kedua adalah yang ada di Horeka (hotel, restauran, kafe/katering) sesuai data kita yang kelola itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” jelasnya.

Baca Juga: Apa Itu El Nino Godzilla? Ini Prediksi Terjadi dan Dampaknya bagi Indonesia

Kebutuhan Pangan Nasional Dipastikan Aman 11 Bulan

Dengan total ketersediaan yang ada, pemerintah memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi dalam jangka panjang, bahkan melewati puncak musim kekeringan akibat El Nino.

“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?” ujarnya.

Strategi Penguatan Produksi Pertanian Terus Digenjot

Untuk memperkuat ketahanan pangan, pemerintah telah menjalankan berbagai langkah strategis, mulai dari peningkatan pompanisasi hingga optimalisasi lahan rawa.

“Aku tambah pompanisasi. Ya, mudah-mudahan 40 ribu. Jadi, semakin kuat. Jadi, enggak usah khawatir El Nino karena pertahanan kita kuat. Karena kita sudah ada pompanisasi, sudah ada irigasi, kemudian oplah tanah rawa yang kita tanami dulu, kita perbaiki irigasinya, tanam 1 kali, jadi 2 kali, 3 kali,” jelasnya.

Amran pun mengajak masyarakat untuk tidak khawatir terhadap kondisi cuaca ekstrem, karena pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi yang matang. “Jadi, sudah aman. Pangan aman,” tegasnya.

Baca Juga: Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Hasil Kolaborasi Nasional di Tengah Tantangan Global

Menutup pernyataannya, Amran menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menghadapi potensi krisis global.

“Beras kita melimpah. Kita syukuri ya, inilah buah gagasan besar Bapak Presiden. Beliau membuat gagasan besar, kita kolaborasi di bawah, bekerja bersama-sama, sehingga hasilnya hari ini kita nikmati, di saat geopolitik memanas, Alhamdulillah kita tenang-tenang saja, harga pangan baik, bahkan kita syukur dan melimpah,” tutupnya.


Berita Terkait


News Update