POSKOTA.CO.ID - Perubahan iklim global kembali menjadi perhatian serius setelah muncul istilah “El Nino Godzilla” yang ramai dibicarakan. Fenomena ini disebut-sebut memiliki kekuatan jauh lebih besar dibandingkan El Nino biasa dan berpotensi memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.
Istilah “El Nino Godzilla ” digunakan untuk menggambarkan kondisi El Nino yang mengalami penguatan signifikan. Dampaknya tidak hanya terasa pada suhu udara, tetapi juga memengaruhi pola hujan, musim kemarau, hingga potensi bencana alam.
Melansir dari akun Instagram resmi @brin_indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bahkan telah memberikan peringatan dini terkait potensi kemunculan fenomena ini pada pertengahan tahun 2026.
Dengan skala yang besar, masyarakat diimbau untuk mulai memahami dampaknya agar dapat melakukan antisipasi sejak dini.
Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi Perketat Aturan Haji 2026, Kemenhaj Peringatkan Modus Haji Ilegal
Apa Itu El Nino Godzilla dan Dampaknya
El Nino Godzilla merujuk pada fenomena El Nino yang mengalami penguatan signifikan. Secara umum, El Nino adalah kondisi pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.
Ketika fenomena ini menguat, distribusi awan dan hujan ikut berubah. Awan cenderung berkumpul di wilayah Samudra Pasifik, sehingga negara seperti Indonesia justru mengalami penurunan curah hujan. Dampaknya, musim kemarau bisa berlangsung lebih panjang, panas, dan kering.
Istilah “Godzilla” digunakan karena skala fenomenanya yang besar serta dampaknya yang dinilai tidak bisa dianggap remeh. Informasi ini juga diungkap melalui unggahan resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Potensi Kenaikan Suhu hingga 2 Derajat Celsius
Menurut penjelasan Erma Yulihastin, seorang profesor riset di BRIN, fenomena ini berpotensi meningkatkan suhu udara hingga sekitar 1,5 hingga 2 derajat Celsius.
Kenaikan suhu tersebut memang tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berlangsung bertahap seiring dengan penguatan El Nino sejak awal kemunculannya. Namun, dampaknya bisa terasa signifikan dalam jangka waktu tertentu.
Prediksi Kemunculan Mulai April 2026
Sinyal awal kemunculan El Nino diperkirakan mulai terlihat pada April 2026. Meski demikian, hingga akhir Maret, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
