Viral Video Serbuan Burung Gagak di Tel Aviv, Benarkah Tanda Akhir Zaman?

Jumat 27 Mar 2026, 11:40 WIB
Penampakan serbuan burung gagak di langit Kota Tel Aviv, Israel. (Sumber: Tangkapan layar Instagram/@iran_officialnews)

Penampakan serbuan burung gagak di langit Kota Tel Aviv, Israel. (Sumber: Tangkapan layar Instagram/@iran_officialnews)

POSKOTACOID - Sebuah video serbuan burung gagak di langit Kota Tel Aviv, Israel viral di media sosial dan sukses menggegerkan warganet.

Dalam unggahan video yang beredar luas di media sosial terlihat ribuan burung gagak memenuhi langit Tel Aviv hingga membuat kota tersebut nampak gelap dan suram.

Salah satu akun Instagram media berita Iran @iran_officialnews turut mengunggah video kondisi langit Tel Aviv yang dipenuhi burung gagak.

Baca Juga: Filipina Tetapkan Darurat Energi Imbas Konflik Timur Tengah, Siap Tambah Impor Batu Bara dari RI

"Burung perang: gagak misterius berkerumun di Tel Aviv," bunyi tulisan dalam video yang diunggah, seperti  dikutip pada Jumat, 27 Maret 2026.

Akun Instagram @iran_officialnews menyebut kumpulan gagak hitam yang memenuhi langit Tel Aviv nampak seperti "awan hitam" yang berbeda dan sukses menarik perhatian warganet.

Tak hanya di langit, kawanan burung gagak tersebut bahkan juga "mengepung" jalanan dan membuat banyak mobil tidak dapat bergerak.

Kejadian yang berlangsung sejak Rabu, 25 Maret 2026 ini memicu gelombang kepercayaan terhadap takhayul kuno di kalangan masyarakat, termasuk kemungkinan tanda akhir zaman.

Baca Juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Dibuka, Hanya Blokir Kapal Musuh

Benarkah Serbuan Gagak di Tel Aviv Pertanda Akhir Zaman?

Video sekumpulan burung gagak yang membuat gelap langit Israel langsung menjadi bahan perbincangan publik internasional.

Tak sedikit pengguna media sosial yang menilai bahwa "serangan" burung gagak ke Tel Aviv merupakan salah satu pertanda akhir zaman.

Beberapa warganet pun mengaitkan fenomena ini dengan kepercayaan takhayul hingga keyakinan bahwa "serbuan" gagak hitam tersebut adalah balasan untuk Israel.


Berita Terkait


News Update