POSKOTA.CO.ID - Memasuki Mei 2026, suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia mulai terasa lebih panas dibanding bulan-bulan sebelumnya.
Kondisi ini membuat banyak pengemudi ojek online mulai mempertimbangkan perangkat kerja yang lebih stabil, terutama untuk kebutuhan navigasi, komunikasi pelanggan, hingga menerima order tanpa hambatan.
Di tengah harga smartphone baru yang terus naik, sebagian mitra ojol justru melirik pasar HP bekas kelas menengah atau mid-range. Alasannya sederhana: dengan dana sekitar Rp1,2 juta sampai Rp1,9 jutaan, pengguna sudah bisa membawa pulang perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi dibanding HP baru entry-level.
Bagi driver ojol, performa HP bukan sekadar soal bermain gim atau kamera bagus. Ketahanan baterai, akurasi GPS, kestabilan sinyal, hingga kemampuan menjaga suhu tetap dingin saat dipakai berjam-jam menjadi faktor yang jauh lebih penting.
Beberapa seri smartphone lawas bahkan masih dianggap “kuda kerja” karena terbukti tahan dipakai seharian di jalan.
Baca Juga: Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 13 Mei 2026, Ukuran 24 Karat Dijual Rp2,550 Juta per Gram
Samsung Galaxy A52s 5G Masih Jadi Favorit Driver Ojol
Salah satu model yang masih banyak dicari di pasar second adalah Samsung Galaxy A52s 5G. Meski bukan keluaran terbaru, perangkat ini dikenal memiliki daya tahan yang baik untuk penggunaan intensif.
Sertifikasi IP67 menjadi nilai tambah karena membuat HP lebih aman saat terkena huan ringan atau debu di perjalanan. Layarnya yang menggunakan panel Super AMOLED juga tetap nyaman dilihat di bawah terik matahari siang.
“GPS Samsung terkenal stabil dan jarang meleset saat dipakai navigasi,” menjadi alasan yang sering diungkap pengguna ojol saat memilih seri ini.
Redmi Note 11 Pro Unggul di Fast Charging
Pilihan lain yang cukup populer adalah Redmi Note 11 Pro. Seri ini banyak dipilih karena kombinasi performa dan pengisian daya cepatnya.
Dukungan 67W fast charging membuat baterai bisa terisi dalam waktu singkat saat pengemudi beristirahat. Dengan RAM besar yang banyak tersedia di pasar bekas, aplikasi ojek online dan peta digital tetap bisa berjalan bersamaan tanpa hambatan berarti.
