POSKOTA.CO.ID - Kabar mengejutkan sempat beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, disebut-sebut telah meninggal dunia di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet.
Isu ini semakin ramai diperbincangkan setelah muncul sejumlah video dan foto yang dianggap sebagai “bukti” oleh para penyebarnya.
Namun, di tengah derasnya arus informasi di internet, tidak semua yang viral benar-benar dapat dipercaya. Sejumlah konten yang beredar ternyata diduga merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Situasi ini kembali menunjukkan betapa mudahnya rumor berkembang di era digital, terutama ketika terjadi konflik besar yang menyita perhatian dunia.
Baca Juga: AS Pasang Hadiah Rp169 Miliar: Buru Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
Video Viral Picu Isu Jari Keenam
Kegaduhan di dunia maya bermula dari sebuah video yang diunggah pada Rabu 13 Maret 2026. Dalam rekaman tersebut, Netanyahu terlihat menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan perang melawan Iran.
Namun perhatian publik justru tertuju pada detail visual yang dianggap janggal. Sejumlah tangkapan layar yang diperbesar memperlihatkan tangan kanan Netanyahu seolah memiliki enam jari.
Fenomena ini memicu berbagai spekulasi di media sosial. Banyak warganet mengaitkannya dengan kesalahan yang sering muncul pada gambar atau video yang dihasilkan teknologi AI.
Isu ini semakin meluas ketika sejumlah tokoh publik ikut menyorotinya. Salah satunya adalah Candace Owens yang mempertanyakan keberadaan Netanyahu dan menuding video tersebut sebagai rekayasa digital.
Baca Juga: Ancaman Blokade Selat Hormuz: Ekonomi Global Terancam Gegara Penolakan Iran
Pemeriksa Fakta Bongkar Ilusi Optik
Meski rumor berkembang luas, sejumlah lembaga pemeriksa fakta segera memberikan klarifikasi. Beberapa organisasi seperti Snopes, PolitiFact, serta media Israel The Jerusalem Post menyatakan klaim tersebut tidak benar.
