POSKOTA.CO.ID - Viralnya video aksi joget yang dilakukan oleh mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hendrik Irawan, akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari yang bersangkutan.
Video tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial setelah menyinggung insentif sebesar Rp6 juta per hari.
Dalam pernyataan resminya, Hendrik tidak hanya memberikan penjelasan terkait insentif tersebut, tetapi juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia menilai narasi yang beredar telah menimbulkan kesalahpahaman luas.
Klarifikasi ini disampaikan melalui unggahan pada Selasa 24 Maret 2026, sekaligus menjadi upaya untuk meluruskan informasi yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Baca Juga: Sosok Selingkuhan Eric Syafutra Siapa? Shyalimar Malik Klaim Punya Bukti Transfer dan Hotel
Insentif Rp6 Juta Bukan Keuntungan Bersih
Hendrik menegaskan bahwa angka Rp6 juta per hari yang ramai dibicarakan bukanlah keuntungan bersih yang ia terima. Menurutnya, angka tersebut merupakan bagian dari skema operasional yang telah diatur dalam petunjuk teknis oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk menunjang operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bukan sebagai pendapatan pribadi.
“Kami membangun dapur hampir 1.000 meter persegi, semuanya dari uang pribadi, bukan dari pemerintah,” ujarnya
Baca Juga: Video Viral Mitra MBG Joget Klaim Insentif Rp6 Juta per Hari, Berujung Laporan Polisi
Bangun Dapur dari Dana Pribadi, Belum Balik Modal
Lebih lanjut, Hendrik mengungkapkan bahwa pembangunan dapur SPPG dilakukan secara mandiri tanpa bantuan dana pemerintah. Ia mengaku telah menginvestasikan dana hingga Rp3,5 miliar demi mendukung program Presiden Prabowo Subianto.
Meski terlihat besar, ia menegaskan bahwa hingga saat ini usaha tersebut belum menghasilkan keuntungan. “Sampai sekarang kami belum balik modal. Insentif itu juga bukan hanya untuk dapur saya, tapi berlaku untuk semua SPPG,” jelasnya.
