POSKOTA.CO.ID - Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai langkah strategis untuk menekan konsumsi energi nasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini muncul di tengah tekanan harga energi global yang terus berfluktuasi.
Upaya penghematan ini tidak hanya difokuskan pada pengurangan mobilitas masyarakat, tetapi juga mempertimbangkan dampak terhadap aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Pemerintah menilai keseimbangan antara efisiensi energi dan pertumbuhan ekonomi menjadi faktor penting dalam implementasi kebijakan tersebut.
Dengan rencana penerapan WFH, pola aktivitas masyarakat diperkirakan akan mengalami perubahan signifikan. Selain mengurangi penggunaan BBM, kebijakan ini juga berpotensi mendorong peningkatan konsumsi berbasis rumah tangga dan sektor digital.
Baca Juga: Pemerintah Terapkan WFH Demi Hemat BBM Usai Lebaran 2026, Ini Aturan dan Skemanya
Pemerintah Siapkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
Pemerintah memastikan kebijakan WFH telah disiapkan sebagai salah satu langkah konkret dalam mengurangi konsumsi energi. Keputusan terkait kebijakan ini disebut sudah final dan tinggal menunggu pengumuman resmi kepada publik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pengumuman resmi nantinya akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Keputusannya sudah ada, tapi nanti diumumkan. Bukan saya yang menyampaikan,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu 25 maret 2026 lalu.
Ia menjelaskan bahwa pembatasan mobilitas melalui skema WFH secara teoritis mampu menurunkan konsumsi energi secara signifikan. Bahkan, potensi penghematan BBM hingga 20 persen dinilai bisa tercapai jika aktivitas masyarakat di luar rumah berkurang.
“Kalau mobilitas dibatasi, masyarakat diminta di rumah saja, konsumsi BBM bisa turun,” kata dia.
Baca Juga: Benarkah April 2026 Sekolah Kembali Daring? Ini Fakta dan Alasan yang Perlu Diketahui
