POSKOTA.CO.ID - Hendrik Irawan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban, Batujajar, Bandung Barat yang viral lantaran joget akhirnya memberikan klarifikasi.
Hendrik menyebut bahwa video viral dirinya sedang berjoget berdampak luas hingga SPPH miliknya harus ditutup oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Dilansir dari akun TikTok Hendrik Irawan MBG dia mengatakan bahwa SPPG miliknya ditutup oleh pihak BGN.
Perlu Anda ketahui, dengan hujatan Anda, dengan cacian makian Anda, SPPG kami akhirnya ditutup oleh Ibu Nanik selaku dari Badan Gizi Nasional," ucapnya.
Baca Juga: Siapa Hendrik Irawan? Mitra MBG yang Viral usai Joget dan Klaim Insentif Rp6 Juta per Hari
Dirinya mengaku sempat kaget saat mendengar kabar bahwa SPPG yang dikelolanya tersebut ditutup.
Ia tidak menyangka bahwa permasalahan video bisa berimbas dan menjadi besar.
"Saya merasa kaget kok permasalahan ini menjadi besar, menjadi huru hara. Emang sih ini kesalahan saya, gitu ya. Saya tidak mematuhi protokol, saya nge-dance itu di ruangan tempat saya yang benar-benar saya tidak menyangka akan se-viral ini," katanya.
Akibat penutupan SPPG tersebut, Hendrik mengatakan bahwa berdampak terhadap ratusan relawan yang kini terpaksa harus kehilangan pekerjaan dan tidak bisa melanjutkan jadwal produksi makanan untuk akhir Maret 2026.
Baca Juga: Sosok: Hendrik Irawan Pastikan Paket MBG Pangauban Berkualitas
"Ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja, yang tidak bakal produksi untuk tanggal 31 (Maret). Jadi mungkin ini dampaknya saya terlalu frontal. Tapi saya juga tidak menyalahkan netizen," ucapnya.
