POSKOTACOID - Bacaan niat puasa Syawal menjadi informasi penting yang perlu diketahui oleh umat muslim yang ingin mengerjakan puasa ini setelah puasa Ramadhan.
Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilakukan setelah puasa Ramadhan, tepatnya dapat dimulai pada tanggal 2 Syawal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman resmi Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Rasulullah SAW menganjurkan umat muslim mengerjakan puasa Syawal.
Baca Juga: Penentuan Hilal Lebaran 2026: Ini Prediksi Idul Fitri Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Hal ini tak lepas dari keutamaan puasa Syawal yang salah satunya memiliki ganjaran pahala setara dengan berpuasa selama satu bulan penuh.
Hal tersebut disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits yang berbunyi:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian diikuti berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka pahalanya sama seperti puasa selama setahun penuh". (HR Muslim)
Adapun, jumlah pelaksanaan puasa Syawal, yaitu sebanyak enam hari yang dilakukan secara berurutan atau boleh tidak berurutan asalkan jumlahnya tetap enam hari.
Baca Juga: Zakat Online Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap dan Keuntungannya
Niat Puasa Syawal
Mengutip dari laman resmi MUI, berikut lafadz niat puasa Syawal dalam bahasa Arab dan Latin, beserta terjemahannya bagi kamu yang ingin mengerjakannya tidak secara berurutan.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwal lillaahi ta‘ala
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Sementara, bagi kamu yang mau mengerjakan puasa Syawal berurutan, niatnya adalah sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala
Artinya, “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa Syawal dapat dibaca mulai masuknya Maghrib hingga sebelum Zuhur, berbeda dengan puasa wajib.
Namun, puasa Syawal ini masih dapat dilakukan dengan catatan belum makan, minum, dan belum melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa, terhitung sejak terbit fajar pada hari berpuasa hingga Zuhur pada hari itu.
Baca Juga: 5 Resep Kastengel Keju Rumahan Gurih dan Renyah, Cocok buat Lebaran!
Tata Cara Puasa Syawal
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman NU Online, tata cara berpuasa Syawal sebenarnya sama saja seperti puasa Ramadhan, maupun puasa sunah lainnya.
Adapun yang membedakan hanya bacaan niatnya saja sebelum melaksanakan ibadah puasa Syawal.
Berikut ini tata cara melakukan puasa Syawal bagi umat Islam yang ingin menjalankannya setelah lebaran.
- Baca niat
- Makan sahur
- Menahan diri sari segala hal yang membatalkan
- Berbuka puasa
