AS Pasang Hadiah Rp169 Miliar: Buru Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

Minggu 15 Mar 2026, 14:15 WIB
AS pasang hadiah Rp169 miliar buru pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. (Sumber: Generated AI)

AS pasang hadiah Rp169 miliar buru pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. (Sumber: Generated AI)

POSKOTA.CO.ID - Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas menyusul eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Departemen Luar Negeri AS secara resmi mengumumkan tawaran hadiah besar melalui program Rewards for Justice (RFJ) untuk mendapatkan informasi krusial tentang para pemimpin tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Pengumuman ini dirilis pada Jumat lalu (waktu setempat), hanya beberapa hari setelah Mojtaba Khamenei secara resmi ditunjuk sebagai penerus ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel.

Hadiah Fantastis dari Rewards for Justice

Ilustrasi. Mojtaba Khamenei. (Sumber: X/@actuenvif)

Program RFJ menawarkan hadiah hingga US$10 juta (setara sekitar Rp169 miliar, tergantung kurs terkini) bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi akurat mengenai lokasi atau aktivitas para pemimpin kunci Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Baca Juga: Hancur Total atau Kalah Besar? Pertaruhan Maut Trump dan Netanyahu Lawan Iran

Menurut pernyataan resmi RFJ, individu-individu ini dituding bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan aksi terorisme berskala global.

Tawaran ini juga mencakup kemungkinan relokasi ke AS bagi pemberi informasi yang memenuhi syarat.

Target Utama: Mojtaba Khamenei dan Lingkaran Dalam Dinasti

Fokus utama AS tertuju pada Ayatollah Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ali Khamenei yang kini memegang posisi Pemimpin Tertinggi Iran.

Penunjukan Mojtaba sebagai penerus dilakukan oleh Majelis Ahli untuk menjaga kontinuitas kepemimpinan di tengah krisis perang.

Selain Mojtaba, daftar incaran mencakup beberapa pejabat senior lainnya, di antaranya:

  • Ali Asghar Hejazi, Wakil Kepala Staf Kantor Pemimpin Tertinggi.
  • Ali Larijani, Penasihat senior Kantor Pemimpin Tertinggi.
  • Brigjen Eskandar Momeni, Menteri Dalam Negeri.
  • Esmail Khatib, Menteri Intelijen dan Keamanan.

Beberapa nama lain terkait IRGC juga disebut dalam poster resmi RFJ, termasuk pejabat dengan jabatan kunci yang dianggap mengendalikan operasi militer dan intelijen Iran.

Baca Juga: Iran Blokade Selat Hormuz Usai Khamenei Tewas Diserang AS-Israel: Harga Minyak Siap Melambung

Latar Belakang Eskalasi: Serangan AS-Israel dan Kematian Ali Khamenei

Konflik mencapai puncaknya sejak serangan udara besar-besaran pada 28 Februari 2026 yang menargetkan fasilitas strategis di Teheran.

Serangan gabungan AS dan Israel itu berhasil menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, yang telah memimpin Iran selama hampir empat dekade.

Meski Iran mengklaim serangan tersebut sebagai upaya melumpuhkan program nuklir, Washington dan Tel Aviv semakin terbuka menyatakan tujuan lebih luas: mendorong perubahan rezim (regime change) di Teheran.

Respons Iran tidak kalah keras, dengan peluncuran rudal dan drone ke wilayah Israel serta basis militer AS di kawasan tersebut.

Baca Juga: Sejarah Baru! Indonesia Ditunjuk Sebagai Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Gaza

Dampak terhadap Diplomasi dan Stabilitas Regional

Dengan tawaran hadiah bernilai ratusan miliar rupiah ini, upaya perburuan intelijen semakin intensif.

Diplomasi tampak semakin jauh dari jangkauan, digantikan oleh strategi tekanan militer dan operasi rahasia.

Situasi ini berpotensi memperpanjang konflik di Timur Tengah, dengan risiko eskalasi lebih lanjut jika informasi sensitif berhasil diperoleh AS.

Para pengamat menilai langkah AS ini sebagai provokasi langsung terhadap kepemimpinan baru Iran, yang berpotensi memicu reaksi balasan dari Teheran dan sekutunya.


Berita Terkait


News Update