JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham menilai aksi demonstrasi mahasiswa yang menyampaikan kritik terhadap pemerintah memiliki semangat yang sama dengan langkah “Demo” Presiden Prabowo Subianto ketika mengungkap persoalan tata kelola ekonomi nasional di hadapan Sidang Paripurna DPR RI.
Menurut Idrus, baik gerakan demo mahasiswa maupun langkah demo Prabowo sama-sama berangkat dari kegelisahan terhadap persoalan bangsa, khususnya bagaimana membangun sistem ekonomi yang lebih baik dan berpihak kepada rakyat.
“Kalau kita memahami arah demo, sebenarnya demo mahasiswa dan demo Pak Prabowo itu memiliki titik temu. Keduanya bicara tentang bagaimana memperbaiki tata kelola perekonomian bangsa,” kata Idrus, Jumat, 12 Juni 2026.
Idrus menuturkan, Ketua umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia Memberikan Apresiasi terhadap aksi demontrasi yang dilakukan Mahasiswa,sebagai sesama aktivis, aksi Demo merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati. Namun, Idrus berharap agar kita mampu membaca dan menyeleksi persoalan yang lebih besar dan tidak berhenti pada isu yang menurutnya sudah masuk dalam mekanisme hukum.
“Mahasiswa punya hak demokrasi untuk menyampaikan pendapat. Tetapi kita berharap energi gerakan mahasiswa diarahkan pada persoalan yang lebih fundamental, yaitu bagaimana memperbaiki tata kelola ekonomi nasional,” ujarnya.
Sementara itu, perbedaan antara gerakan mahasiswa dan langkah Presiden hanya terletak pada posisi dan kewenangan.
“Presiden memiliki kekuasaan sehingga setelah menyampaikan itu bisa dilanjutkan dengan kebijakan. Sementara mahasiswa memiliki kekuatan pada wacana, konsep, kekuatan moral dan kontrol publik,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan seperti MBG sudah masuk dalam proses penegakan hukum harus tetap berjalan sesuai mekanisme. Namun, ia mengingatkan agar isu besar mengenai dugaan kebocoran ekonomi negara, seperti diungkap pada “demo” Prabowo di Depan DPR, tidak kehilangan perhatian publik dan momentum sebuah gerakan perbaikan bangsa.
Baca Juga: Didukung Agung Laksono, La Ode Diyakini Bisa Dongkrak Suara Golkar di Pemilu 2029
Idrus merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna DPR RI terkait dugaan praktik manipulasi perdagangan seperti under-invoicing, under-counting, hingga transfer pricing selama puluhan tahun yang disebut berpotensi menyebabkan kerugian negara hingga 908 miliar dolar AS atau sekitar Rp15.400 triliun.
