“Harapannya warga tetap memanfaatkan sistem ini, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak lagi membuang limbah domestik langsung ke laut,” tambah Ika.
Baca Juga: Longsor Sampah Bantargebang Tewaskan 4 Orang, Pramono Anung Ungkap Pemicu Utamanya
Fasilitas pengolahan limbah tersebut menggunakan metode proses biologis, yaitu melalui tahapan aerob dan anaerobyang dibantu oleh peralatan seperti blower.
Proses ini memungkinkan limbah domestik diolah secara optimal sebelum air hasil pengolahan dilepas kembali ke lingkungan.
Penyediaan Air Bersih Didukung Teknologi RO
Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Kepulauan Seribu Mustajab Mustaqim mengatakan bahwa kebutuhan air bersih di 10 pulau berpenduduk saat ini telah didukung oleh teknologi pengolahan air modern.
Penyediaan air bersih menggunakan sistem Sea Water Reverse Osmosis (SP-RO) yang memanfaatkan air laut serta Brackish Water Reverse Osmosis (BW-RO) yang memanfaatkan air tanah.
Baca Juga: 6 Rumah Kontrakan Rusak di Tebet Akibat Longsor, Pramono Sebut Bukan karena Normalisasi Ciliwung
Menurut Mustajab, pengelolaan fasilitas tersebut kini berada di bawah tanggung jawab PAM Jaya.
“Untuk penyediaan air bersih di 10 pulau sudah tersedia SP-RO dan BW-RO. SP-RO menggunakan air laut sebagai sumber air baku, sedangkan BW-RO menggunakan air tanah,” ujar Mustajab.
“Sistem ini memerlukan pemeliharaan yang cukup kompleks agar tetap berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kerusakan,” sambungnya. (cr-4).
