TEBET, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyebut enam bangunan rumah kontrakan yang rusak akibat longsor di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, terjadi bukan karena normalisasi Ciliwung.
Akan tetapi, saat ini proses normalisasi tersebut masih belum dilakukan dan masih dalam tahap perhitungan.
"Itu adalah tempat yang memang nantinya akan dinormalisasi. Jadi belum dilakukan pembebasan, masih dilakukan perhitungan," kata Pramono kepada wartawan, Minggu, 8 Maret 2026.
Baca Juga: Pemotor Tewas Tertimpa Pohon di Jaksel, Pramono Sebut Tanggung Jawab Pemprov DKI
Pramono tidak banyak berbicara terkait longsor yang mengakibatkan enam bangunan rumah kontrakan rusak tersebut.
Namun, ia memastikan bahwa warga terdampak pembebasan lahan nantinya akan ditanggung pemerintah sepenuhnya.
"Nah, untuk warga yang seperti ini, sekali lagi, di Jakarta ini tentunya Pemerintah DKI Jakarta akan turun tangan untuk itu," ucap dia.
Diketahui, sebelumnya ada enam bangunan rumah kontrakan di Jalan X Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan rusak akibat longsor pada Jumat, 6 Maret 2026.
Baca Juga: Stok Pertalite Kosong, Antrian BBM Terjadi di SPBU Pasar Pucung Cilodong Depok
Beruntung saat peristiwa terjadi, rumah kontrakan tersebut sedang tidak berpenghuni sehingga tidak menimbulkan jatuhnya korban jiwa.
Adapun bangunan kontrakan yang rusak tersebut berada persis di pinggir jurang aliran Kali Ciliwung. (pan)
