Longsor Sampah Bantargebang Tewaskan 4 Orang, Pramono Anung Ungkap Pemicu Utamanya

Senin 09 Mar 2026, 15:46 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung saat menyampaikan terkait pemberian santunan bagi korban longsor sampah Bantargebang di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 9 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Gubernur Jakarta Pramono Anung saat menyampaikan terkait pemberian santunan bagi korban longsor sampah Bantargebang di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 9 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkap penyebab terjadinya longsor gunungan sampah di Zona 4 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu, 8 Maret 2026.

Menurut Pramono, longsor tersebut diduga dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu lama yang membuat timbunan sampah menjadi licin dan tidak stabil. Kondisi tersebut akhirnya menyebabkan pergerakan atau sliding pada tumpukan sampah hingga menimbulkan longsor.

Peristiwa tersebut diketahui mengakibatkan empat orang meninggal dunia.

“Karena memang ini adalah hal yang tidak direncanakan dan tidak diduga. Hujan yang deras dan berlangsung lama, ditambah tumpukan sampah yang sudah sangat tinggi, menyebabkan terjadinya sliding atau longsor hingga menimbulkan korban empat orang,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin.

Baca Juga: Pramono Pastikan Korban Longsor TPST Bantar Gebang Ditanggung Penuh Pemprov DKI

Curah Hujan Capai 264 Milimeter per Hari

Berdasarkan data yang diterima Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, intensitas hujan yang mengguyur kawasan TPST Bantargebang pada hari kejadian mencapai sekitar 264 milimeter per hari.

Angka tersebut masuk dalam kategori curah hujan sangat tinggi untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kondisi ini membuat timbunan sampah yang tinggi menjadi semakin labil dan rentan mengalami longsor.

Pramono mengaku telah meninjau langsung lokasi kejadian bersama sejumlah pejabat terkait. Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Sumber Daya Air.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung dampak longsor serta menentukan langkah penanganan yang harus segera dilakukan di area TPST Bantargebang.

Baca Juga: Korban Jiwa Longsor TPST Bantar Gebang Bertambah Jadi Lima Orang

Sungai Ciketing Tertutup Timbunan Sampah

Akibat longsor tersebut, aliran Sungai Ciketing yang berada di sekitar lokasi ikut tertutup oleh timbunan sampah. Kondisi ini membuat fungsi sungai sebagai jalur aliran air terganggu.


Berita Terkait


News Update