Berbuka Puasa Pakai Mie Instan, Apakah Bisa Picu Masalah Kesehatan?

Rabu 11 Mar 2026, 06:04 WIB
Ilustrasi semangkuk mie instan yang sering menjadi pilihan praktis saat berbuka puasa, meski para ahli kesehatan menyarankan konsumsi yang lebih seimbang. (Sumber: Wilkimedia Commons)

Ilustrasi semangkuk mie instan yang sering menjadi pilihan praktis saat berbuka puasa, meski para ahli kesehatan menyarankan konsumsi yang lebih seimbang. (Sumber: Wilkimedia Commons)

POSKOTA.CO.ID - Berbuka puasa merupakan momen penting untuk mengembalikan energi setelah tubuh menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam.

Namun, memilih makanan yang tidak tepat saat berbuka justru dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan sebagian orang adalah berbuka puasa dengan mi instan karena praktis dan mudah disiapkan.

Padahal, para ahli kesehatan menilai kebiasaan tersebut tidak dianjurkan. Mi instan diketahui memiliki kandungan natrium (garam) yang tinggi, lemak jenuh, serta rendah serat dan protein. Kombinasi tersebut dinilai kurang ideal untuk tubuh yang baru saja menyelesaikan ibadah puasa.

Melansir dari Mayapada Hospital, makanan berbuka sebaiknya mampu membantu tubuh memulihkan cairan, menstabilkan gula darah, dan memberikan energi secara bertahap.

Tubuh yang telah berpuasa seharian membutuhkan asupan yang seimbang, bukan makanan tinggi garam dan rendah nutrisi.

Baca Juga: Amalan Utama Rasulullah SAW di 10 Hari Terakhir Ramadhan: I’tikaf, Qiyamul Lail hingga Sedekah

Mengapa Berbuka Puasa dengan Mi Instan Tidak Dianjurkan?

Berbuka dengan mi instan dapat menimbulkan sejumlah risiko kesehatan jika dilakukan secara rutin. Berikut beberapa dampak yang perlu diketahui.

1. Memicu Dehidrasi dan Rasa Haus Berlebihan

Mi instan mengandung natrium dalam jumlah cukup tinggi, terutama pada bumbunya. Konsumsi natrium berlebihan membuat tubuh menarik lebih banyak cairan untuk menyeimbangkan kadar garam dalam darah.

Akibatnya, seseorang bisa merasakan haus yang lebih intens pada malam hari atau bahkan saat sahur keesokan harinya.

2. Lonjakan Gula Darah yang Tidak Stabil

Mi instan termasuk sumber karbohidrat sederhana yang cepat dicerna tubuh. Kondisi ini menyebabkan gula darah meningkat dengan cepat setelah makan.

Namun, kenaikan tersebut biasanya tidak bertahan lama. Setelah itu gula darah akan turun drastis atau dikenal sebagai sugar crash, yang membuat tubuh cepat lemas dan kembali merasa lapar.

3. Berisiko Memicu Hipertensi

Satu bungkus mi instan dapat mengandung natrium dalam jumlah cukup tinggi. Jika dikonsumsi secara rutin, hal ini berpotensi meningkatkan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal serta penyakit kardiovaskular.

4. Gangguan Pencernaan Saat Perut Kosong

Perut yang kosong selama berjam-jam sebaiknya diisi dengan makanan ringan terlebih dahulu, seperti air putih atau kurma.

Mengonsumsi mi instan secara langsung saat perut kosong dapat membuat sistem pencernaan “kaget”. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat memicu perut kembung, rasa tidak nyaman di lambung, hingga gangguan pencernaan.

5. Rendah Nutrisi Penting

Mi instan relatif rendah serat, vitamin, dan protein. Sebaliknya, makanan ini cenderung tinggi kalori dan lemak jenuh.

Jika dikonsumsi terlalu sering tanpa tambahan bahan makanan lain, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pola makan tidak seimbang dan meningkatkan risiko obesitas.

Baca Juga: Cara Membaca Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan, Lengkap dengan Doa dan Penjelasannya

Tips Aman Jika Terpaksa Mengonsumsi Mi Instan Saat Berbuka

Meski tidak dianjurkan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif mi instan jika memang terpaksa dikonsumsi saat berbuka puasa.

Pertama, rebus mi instan lalu buang air rebusannya sebelum dimasak kembali. Cara ini dapat membantu mengurangi sebagian kandungan natrium.

Kedua, gunakan hanya setengah bumbu agar asupan garam tidak terlalu tinggi.

Ketiga, tambahkan sumber nutrisi lain seperti sayuran, telur, atau daging ayam agar kandungan protein dan serat menjadi lebih seimbang.

Para ahli juga menyarankan untuk tetap memulai berbuka dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih terlebih dahulu. Cara ini membantu tubuh menyesuaikan diri sebelum menerima makanan utama.

Dengan memilih menu berbuka yang lebih sehat dan seimbang, tubuh dapat memulihkan energi dengan optimal serta tetap menjaga kesehatan selama menjalani ibadah puasa.


Berita Terkait


News Update