Berbuka Puasa Pakai Mie Instan, Apakah Bisa Picu Masalah Kesehatan?

Rabu 11 Mar 2026, 06:04 WIB
Ilustrasi semangkuk mie instan yang sering menjadi pilihan praktis saat berbuka puasa, meski para ahli kesehatan menyarankan konsumsi yang lebih seimbang. (Sumber: Wilkimedia Commons)

Ilustrasi semangkuk mie instan yang sering menjadi pilihan praktis saat berbuka puasa, meski para ahli kesehatan menyarankan konsumsi yang lebih seimbang. (Sumber: Wilkimedia Commons)

Satu bungkus mi instan dapat mengandung natrium dalam jumlah cukup tinggi. Jika dikonsumsi secara rutin, hal ini berpotensi meningkatkan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal serta penyakit kardiovaskular.

4. Gangguan Pencernaan Saat Perut Kosong

Perut yang kosong selama berjam-jam sebaiknya diisi dengan makanan ringan terlebih dahulu, seperti air putih atau kurma.

Mengonsumsi mi instan secara langsung saat perut kosong dapat membuat sistem pencernaan “kaget”. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat memicu perut kembung, rasa tidak nyaman di lambung, hingga gangguan pencernaan.

5. Rendah Nutrisi Penting

Mi instan relatif rendah serat, vitamin, dan protein. Sebaliknya, makanan ini cenderung tinggi kalori dan lemak jenuh.

Jika dikonsumsi terlalu sering tanpa tambahan bahan makanan lain, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pola makan tidak seimbang dan meningkatkan risiko obesitas.

Baca Juga: Cara Membaca Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan, Lengkap dengan Doa dan Penjelasannya

Tips Aman Jika Terpaksa Mengonsumsi Mi Instan Saat Berbuka

Meski tidak dianjurkan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif mi instan jika memang terpaksa dikonsumsi saat berbuka puasa.

Pertama, rebus mi instan lalu buang air rebusannya sebelum dimasak kembali. Cara ini dapat membantu mengurangi sebagian kandungan natrium.

Kedua, gunakan hanya setengah bumbu agar asupan garam tidak terlalu tinggi.

Ketiga, tambahkan sumber nutrisi lain seperti sayuran, telur, atau daging ayam agar kandungan protein dan serat menjadi lebih seimbang.

Para ahli juga menyarankan untuk tetap memulai berbuka dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih terlebih dahulu. Cara ini membantu tubuh menyesuaikan diri sebelum menerima makanan utama.


Berita Terkait


News Update