Klarifikasi Kedai Kopi Viral, Gunakan Nama Wanita untuk Menu dan Singkatan Tak Pantas

Senin 09 Mar 2026, 15:45 WIB
Kedai kopi Feels Coffee meminta maaf setelah promosi barista dengan singkatan yang dianggap tidak pantas viral di media sosial. (Sumber: X/@hanifproduktif)

Kedai kopi Feels Coffee meminta maaf setelah promosi barista dengan singkatan yang dianggap tidak pantas viral di media sosial. (Sumber: X/@hanifproduktif)

Menanggapi polemik yang terjadi, akun Instagram mereka akhirnya menyampaikan permintaan maaf pada Kamis, 5 Maret 2026. "Kami meminta maaf terkait postingan pengenalan barista kami sebelumnya dengan judul 'ngenal total' yang disingkat menjadi sebuah kata yang tidak pantas," tulis mereka.

Unggahan promosi yang memicu kontroversi itu pun langsung dihapus dari akun resmi mereka. "Ini menjadi pembelajaran penting bagi tim kami untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten ke depannya," lanjut mereka.

Klarifikasi Soal Nama Wanita di Menu

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Sabtu, 7 Maret 2026, pihak Feels Coffee kembali memberikan klarifikasi terkait penggunaan nama-nama perempuan dalam menu minuman mereka.

"Feels Coffee dibangun dari cerita-cerita personal kami. Dari orang-orang yang ada dalam hidup kami, sosok yang memberi kami semangat, inspirasi, bahkan pelajaran hidup yang membentuk kami sampai hari ini," terang mereka.

Pihak kedai juga menegaskan bahwa penggunaan nama tersebut bukan bertujuan untuk merendahkan perempuan. "Bagi kami, nama-nama itu adalah bentuk penghargaan kepada orang-orang yang memberi arti dalam perjalanan hidup kami," tegas mereka.

Baca Juga: PodHub Masih Lanjut Atau Tidak? Ini Nasib Podcast Deddy Corbuzier usai Vidi Aldiano Meninggal Dunia

Menu Diganti, Warganet Tetap Kritik

Sebagai langkah lanjutan, Feels Coffee akhirnya memutuskan untuk mengganti nama menu minuman yang sebelumnya menggunakan nama perempuan.

Mereka juga mengundang perempuan yang memiliki nama sama dengan menu tersebut untuk datang ke kedai dan mendapatkan kopi susu gratis sebagai bentuk permintaan maaf.

Namun langkah tersebut belum sepenuhnya meredakan kritik. Sejumlah warganet menilai klarifikasi yang disampaikan pihak kedai tidak cukup meyakinkan.

"'Untuk Menghormati' tapi campaign yang dilakukan dengan cara yang sangat tidak hormat. Dungu Total" kata akun @aula**

"NORAK TIM LO! Biar laku sampe segitunya" ucap akun @ferdi***

Kontroversi ini pun menjadi pengingat bahwa strategi promosi di media sosial harus dirancang dengan lebih sensitif agar tidak menimbulkan makna yang salah di tengah masyarakat.


Berita Terkait


News Update