“Nuzulul Qur’an harus menjadi momentum muhasabah. Sudah sejauh mana Al-Qur’an menjadi pedoman hidup kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai bulan pembentukan karakter Qur’ani.
Menurutnya, ibadah puasa melatih pengendalian diri, empati sosial, serta integritas moral yang dapat memperkuat kualitas pribadi dan masyarakat.
Dalam konteks kebangsaan, Dia menambahkan, nilai-nilai Al-Quran sejalan dengan semangat membangun Indonesia yang adil dan beradab, termasuk prinsip keadilan sosial, persaudaraan, dan penghormatan terhadap kemanusiaan.
Ia berharap peringatan Nuzulul Qur’an tidak berhenti pada kegiatan seremonial seperti pengajian atau lomba tilawah semata, tetapi diikuti dengan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi umat, serta memperluas dakwah berbasis ilmu.
