Ini Alasan Utama Toyota Tak Ambil Proyek Pick Up Koperasi Merah Putih

Sabtu 07 Mar 2026, 17:04 WIB
Ilustrasi Toyota menjelaskan alasan tak bisa memenuhi pengadaan pick up untuk Koperasi Merah Putih. (Sumber: Toyota)

Ilustrasi Toyota menjelaskan alasan tak bisa memenuhi pengadaan pick up untuk Koperasi Merah Putih. (Sumber: Toyota)

Ernando tidak mengungkapkan secara detail angka harga yang diajukan oleh Agrinas dalam pembahasan tersebut. Namun ia memberi gambaran bahwa harga yang diharapkan berada di bawah harga pasar kendaraan pick up 4x4 milik Toyota saat ini.

Sebagai contoh, salah satu model pick up Toyota, Toyota Hilux Double Cabin, saat ini dijual dengan harga sekitar Rp456 juta.

“Contohnya Hilux Double Cabin itu harganya Rp456 juta. Tapi teman-teman juga perlu mencermati struktur biaya dari kendaraan tersebut,” jelas Ernando.

Baca Juga: Pemotor di Bogor Tewas usai Adu Banteng dengan Pick Up

Lebih lanjut, Ernando menjelaskan bahwa harga kendaraan tidak hanya berasal dari biaya produksi mobil saja. Dalam struktur harga kendaraan di Indonesia terdapat berbagai komponen tambahan seperti pajak kendaraan, pajak barang mewah, hingga biaya administrasi.

Menurutnya, kendaraan pick up dengan sistem penggerak 4x4 memiliki beban pajak yang relatif tinggi. Hal ini karena kendaraan jenis tersebut sering dianggap memiliki penggunaan ganda, baik untuk kebutuhan komersial maupun pribadi.

“Harga mobil itu dari On The Road. Kalau dihitung lebih detail ada harga kendaraannya sendiri, kemudian ada luxury tax, ada BBN, dan komponen lain. Pick up 4x4 di Indonesia pajaknya cukup tinggi karena dianggap penggunaannya lebih banyak untuk personal,” terang Ernando.

Dengan kondisi tersebut, Toyota menilai sulit untuk memenuhi permintaan harga yang diajukan dalam proyek pengadaan kendaraan pick up untuk program Koperasi Desa Merah Putih.


Berita Terkait


undefined
SERBA-SERBI

Ekonomi Kita Anti Koperasi

Rabu 18 Feb 2026, 07:31 WIB

News Update