IHSG Anjlok 7,89 Persen Sepekan, Ini 10 Saham Top Gainers yang Tetap Melonjak di Bursa

Sabtu 07 Mar 2026, 19:41 WIB
Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menunjukkan fluktuasi pasar saham di Jakarta. Sejumlah saham tetap mencatat kenaikan signifikan meski IHSG melemah dalam perdagangan sepekan. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menunjukkan fluktuasi pasar saham di Jakarta. Sejumlah saham tetap mencatat kenaikan signifikan meski IHSG melemah dalam perdagangan sepekan. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Emiten sektor energi ini mencatat kenaikan 18,44 persen menjadi Rp26.975 per saham, dari Rp22.775 per saham.

4. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)

Saham ALKA naik 15,79 persen menjadi Rp660 per saham, dari posisi Rp570 per saham pada pekan sebelumnya.

5. PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP)

Saham MKAP menguat 15,52 persen menjadi Rp1.005 per saham, naik dari Rp870 per saham.

Daftar Top Gainers Lainnya di BEI

Selain lima saham tersebut, terdapat sejumlah emiten lain yang juga mencatat kenaikan harga signifikan selama sepekan.

6. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Saham PTBA naik 14,62 persen menjadi Rp2.980 per saham, dari Rp2.600 per saham.

7. PT Koka Indonesia Tbk (KOKA)

Harga saham KOKA melonjak 14,04 persen menjadi Rp260 per saham, dari Rp228 per saham.

8. PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI)

Saham BBSI juga mencatat penguatan sekitar 14 persen selama sepekan, mengikuti tren kenaikan pada sektor perbankan tertentu.

9. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)

Saham SMMT naik 12,44 persen menjadi Rp1.265 per saham, dari Rp1.125 per saham pada pekan sebelumnya.

10. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO)

Saham SGRO menguat 12,08 persen menjadi Rp6.725 per saham, dari posisi Rp6.000 per saham.

Sentimen Global Masih Bayangi Pergerakan IHSG

Sebelumnya, pergerakan IHSG pada pekan 23–27 Februari 2026 juga sempat melemah meski dalam skala lebih kecil. Kala itu, indeks turun 0,44 persen menjadi 8.235,48.

Analis dari PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksano, menilai pelemahan IHSG dipicu oleh sejumlah sentimen eksternal yang memengaruhi kepercayaan investor.

Menurut Herditya, tekanan jual meningkat seiring ketidakpastian global.


Berita Terkait


News Update