Akhir Pekan Ini Ada Gerhana Bintang, Ini Penjelasan dan Peluang Terlihat di Indonesia

Sabtu 25 Apr 2026, 07:16 WIB
Fenomena okultasi asteroid Strenua menyebabkan cahaya bintang tampak meredup sesaat saat diamati dari Bumi, Minggu (26/4/2026). (Sumber: Pinterest)

Fenomena okultasi asteroid Strenua menyebabkan cahaya bintang tampak meredup sesaat saat diamati dari Bumi, Minggu (26/4/2026). (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Langit malam Indonesia akan menghadirkan peristiwa yang jarang terjadi pada akhir April 2026. Sebuah fenomena yang kerap dijuluki sebagai “gerhana” bintang secara ilmiah dikenal sebagai okultasi asteroid—diprediksi berlangsung pada Minggu malam, 26 April 2026 sekitar pukul 19.41 WIB.

Informasi ini disampaikan oleh Observatorium Bosscha, yang memastikan fenomena tersebut dapat diamati dari berbagai wilayah di Indonesia.

Secara sederhana, okultasi terjadi ketika sebuah objek langit tertutup oleh objek lain dari sudut pandang pengamat di Bumi. Dalam peristiwa ini, sebuah asteroid akan melintas tepat di depan bintang, sehingga cahaya bintang tersebut tampak meredup atau bahkan menghilang sejenak. Meski hanya berlangsung beberapa detik, momen ini memiliki arti penting bagi penelitian astronomi.

“Fenomena ini terjadi ketika asteroid (1201) Strenua melintas di depan bintang HIP 35933 (HD 58050) dan menutupi cahayanya selama beberapa detik,” demikian keterangan resmi dilansir dari instagram Bosscha.

Baca Juga: Pro Kontra Penunjukan Raffi Ahmad sebagai Duta BPJS Kesehatan Disorot Warganet

Asteroid (1201) Strenua sendiri merupakan bagian dari sabuk utama asteroid yang berada di antara orbit Mars dan Jupiter. Objek ini berukuran puluhan kilometer dan tergolong redup, sehingga sulit diamati secara langsung.

Di sinilah metode okultasi menjadi krusial para astronom dapat memanfaatkan momen singkat tersebut untuk memperoleh data lebih akurat tentang ukuran, bentuk, hingga karakteristik fisik asteroid.

Kolaborasi Nasional: 44 Titik Pengamatan Disiapkan

Menariknya, pengamatan fenomena ini tidak hanya dilakukan oleh peneliti profesional. Observatorium Bosscha menginisiasi Kampanye Nasional Pengamatan Okultasi Asteroid Strenua yang melibatkan berbagai pihak di seluruh Indonesia.

Sebanyak 44 titik pengamatan dari 34 institusi, komunitas astronomi, hingga kontributor individu akan ambil bagian. Skala ini menjadikannya salah satu kolaborasi pengamatan astronomi berbasis publik terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Viral Penampakan Pocong di Sawangan Depok, Ketua RT Pastikan Hoaks

Bosscha sendiri akan menurunkan empat tim pengamat yang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, yakni Lembang (Observatorium Bosscha dan Jayagiri), Ciater di Subang, serta Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kupang dipilih bukan tanpa alasan wilayah ini dinilai memiliki peluang cuaca cerah yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan kemungkinan keberhasilan pengamatan.


Berita Terkait


News Update