Menurutnya, menjaga hubungan baik dalam keluarga dan masyarakat merupakan langkah nyata menciptakan perdamaian yang sesungguhnya.
Memahami Golongan yang Benar di Akhir Zaman
Buya Yahya juga menjelaskan hadis tentang perpecahan umat Islam menjadi 73 golongan di akhir zaman. Ia menekankan bahwa hadis tersebut seharusnya menjadi peringatan agar umat berhati-hati, bukan alat untuk menghakimi kelompok lain.
Golongan yang selamat disebut sebagai mereka yang mengikuti prinsip Ma Ana Alaihi wa Ashabi, yakni meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Keseimbangan dalam mencintai sahabat Nabi sekaligus menghormati ahli bait menjadi fondasi utama.
Untuk menjaga akidah dan pemahaman agama tetap lurus, ia menganjurkan umat Islam mengikuti jalur keilmuan ulama salafus saleh, antara lain:
- Dalam fikih, mengikuti mazhab yang jelas seperti Hanafi, Maliki, Syafi'i, atau Hambali.
- Dalam akidah, mengikuti manhaj Asy'ariyah dan Maturidiyah.
Baca Juga: Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar yang Perlu Diketahui, Raih Keutamaannya
Larangan Merasa Paling Benar dalam Beragama
Di akhir kajiannya, Buya Yahya mengingatkan bahaya sikap merasa paling benar dalam beragama. Menurutnya, kebiasaan menilai kelompok lain sebagai penghuni neraka justru bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.
"Jangan kerjaannya ngurusi orang begitu, menjustifikasi kaum neraka apalagi dengan sombong hanya kelompok kita saja yang benar. Nabi pun tidak begitu," pungkas Buya Yahya.
Pesan tersebut menjadi pengingat agar umat Islam lebih mengedepankan sikap rendah hati, menjaga persatuan, serta memperkuat keimanan tanpa terjebak dalam spekulasi mengenai akhir zaman.
