Isu Perang Dunia ke-3 Ramai Dikaitkan dengan Kiamat, Ini Penjelasan Buya Yahya

Kamis 05 Mar 2026, 12:35 WIB
Menanggapi isu perang global, Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam tidak mudah memastikan tanda kiamat. (Sumber: YouTube/Buya Yahya)

Menanggapi isu perang global, Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam tidak mudah memastikan tanda kiamat. (Sumber: YouTube/Buya Yahya)

POSKOTA.CO.ID - Isu mengenai kemungkinan pecahnya Perang Dunia ke-3 kembali ramai diperbincangkan masyarakat, terutama di tengah meningkatnya konflik geopolitik dunia.

Sebagian orang bahkan mengaitkan situasi global tersebut dengan tanda-tanda kiamat dalam Islam, termasuk peristiwa Malhamah Kubra yang diyakini sebagai perang besar di akhir zaman.

Fenomena ini mendapat perhatian dari pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya. Dalam salah satu kajiannya, ulama tersebut memberikan penjelasan agar umat Islam tidak terburu-buru menyimpulkan peristiwa dunia sebagai tanda kiamat tanpa landasan ilmu agama yang kuat.

Menurutnya, peperangan memang bisa terjadi kapan saja dalam sejarah manusia. Namun, memastikan sebuah peristiwa sebagai tanda kiamat besar memerlukan pemahaman agama yang mendalam dan tidak boleh hanya berdasarkan spekulasi.

Baca Juga: Lebaran Idul Fitri Tanggal 20 Atau 21 Maret 2026? Cek Jadwal versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Jangan Terpaku pada Spekulasi Tanda Kiamat

Buya Yahya menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang terlalu cepat menghubungkan situasi politik global dengan ayat-ayat Al-Quran. Ia mengingatkan bahwa penafsiran semacam itu berpotensi menyesatkan jika dilakukan tanpa keilmuan yang memadai.

"Tolong jangan menghubungkan kajian hari ini langsung pada ayat. Kalau menduga mungkin iya, tapi jangan dipastikan. Mengilmiah-ilmiahkan, menghubung-hubungkan tapi kita bukan ahlinya, itu bermasalah," ujar Buya Yahya dikutip Poskota dari channel YouTube Buya Yahya pada, 5 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa tanda-tanda kiamat besar seperti munculnya Imam Mahdi, Dajjal, hingga matahari terbit dari barat merupakan peristiwa dahsyat yang wajib diimani, bukan sesuatu yang justru diharapkan terjadi.

Baca Juga: Malam Lailatul Qadar dan Nuzulul Quran Apakah Sama? Tenyata Ini Faktanya

Damai di Rumah Lebih Utama daripada Memikirkan Perang Dunia

Dalam pesannya, Buya Yahya mengajak umat Islam untuk lebih fokus membangun kedamaian di lingkungan terdekat, terutama dalam keluarga. Ia menilai ada ironi ketika seseorang sibuk memikirkan konflik dunia, namun belum mampu menciptakan harmoni dalam kehidupan pribadi.

"Orang sibuk peduli dengan perang di sana, bagaimana mendamaikan peperangan di sana, bagus. Tapi damai dulu dong ente sama istri ente, sama suami ente, sama sepupu dan saudara," tegasnya.


Berita Terkait


News Update