BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal

Kamis 05 Mar 2026, 21:22 WIB
Ilustrasi musim kemarau (Sumber: Freepik/@freepik)

Ilustrasi musim kemarau (Sumber: Freepik/@freepik)

“Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2% wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya,” ucapnya.

Faisal menekankan pentingnya langkah antisipasi bagi kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga seluruh lapisan masyarakat. Selain manajemen air, kewaspadaan terhadap dampak lingkungan juga menjadi prioritas utama.

Di sektor pangan, para petani perlu segera menyesuaikan jadwal tanam dengan memilih varietas yang lebih hemat air, tahan kekeringan, serta memiliki siklus panen yang lebih singkat.

“Langkah ini harus dibarengi dengan penguatan sektor sumber daya air melalui revitalisasi waduk dan perbaikan jaringan distribusi demi menjamin ketersediaan air bersih bagi kebutuhan domestik maupun operasional PLTA di sektor energi,” tuturnya.

Pemerintah daerah perlu menyiapkan mekanisme respons cepat untuk menghadapi penurunan kualitas udara dan meningkatkan kesiapsiagaan di sektor kehutanan guna mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Intai Pemudik Libur Lebaran

“BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi prediksi ini merupakan bentuk peringatan dini (Early Warning) yang harus segera diterjemahkan menjadi aksi nyata (Early Action) oleh para pemangku kepentingan demi meminimalkan risiko bencana kekeringan di Indonesia,” pungkasnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update