Pemkot Jaktim Manfaatkan 1.500 Meter Lahan Kolong Tol Becakayu untuk Urban Farming

Rabu 04 Mar 2026, 08:54 WIB
Urban Farming di bawah Tol Becakayu, Jakarta Timur, Selasa, 3 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Urban Farming di bawah Tol Becakayu, Jakarta Timur, Selasa, 3 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

"Hasil panen dimanfaatkan warga sekitar dan masyarakat lainnya yang membutuhkan serta ada juga yang di pasarkan/dijual melalui "Pasar Tumbuh" yang rutin diselenggaran setiap hari Jumat akhir bulan di Kantor Walilota Kota Administrasi Jakarta Timur yang mana hasil penjualannya digunakan untuk kebutuhan operasional beli pupuk, bibit dan penanaman selanjutnya," katanya.

Ia mengatakan, program ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Penerima manfaat tidak hanya warga sekitar, tetapi juga para penggiat urban farming, kader PKK, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), siswa sekolah, hingga masyarakat umum lainnya.

"Penerima manfaat dari program ini antara lain adalah warga masyarakat sekitar, para penggiat urban farming, PKK, PPSU, Siswa Sekolah dan masyarat lainnya," ujar dia.

Sementara itu, keterlibatan warga menjadi kunci keberhasilan program ini, baik dalam pemanfaatan lahan, pengelolaan, perawatan, maupun pemeliharaan tanaman.

"Ya, dengan melibatkan warga masyarakat sekitar, dalam memanfaatkan lahan yang berada di sepanjang tol becak kayu, selain itu dalam pengelolaan, perawatan dan pemeliharaan tanamannya juga melibatkan antara lain PPSU, PKK, penggiat urban farming, kelompok tani dan masyrakat lainnya," ucap dia.

Baca Juga: Hadirkan Hunian untuk Gaya Hidup Urban, Sinar Mas Land Luncurkan Klaster IZZI di BSD City Bagian Barat

Hasil panen ini juga bisa dimanfaatkan warga secara langsung sebagai sumber pangan sehari-hari.

"Meningkatkan kesadaran warga dalam pemanfaatan lahan sekitarnya sebagai sumber pangan," tuturnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update