Operasi Ketupat 2026 Siap Digelar, Tol dan Jalur Arteri Jadi Fokus Pengamanan Arus Mudik Lebaran

Rabu 04 Mar 2026, 11:16 WIB
Ilustrasi. Operasi Ketupat Lebaran 2026 mengandalkan sistem pemantauan kendaraan real-time dan rekayasa lalu lintas terpadu guna memastikan arus mudik berjalan aman dan nyaman. (Sumber: Jasa Marga)

Ilustrasi. Operasi Ketupat Lebaran 2026 mengandalkan sistem pemantauan kendaraan real-time dan rekayasa lalu lintas terpadu guna memastikan arus mudik berjalan aman dan nyaman. (Sumber: Jasa Marga)

POSKOTA.CO.ID - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Kepolisian Republik Indonesia mulai mematangkan strategi pengamanan melalui pelaksanaan Operasi Ketupat. Fokus utama tahun ini diarahkan pada kelancaran lalu lintas di jalur tol dan jalan arteri yang diprediksi mengalami lonjakan kendaraan signifikan.

Persiapan tersebut dilakukan melalui simulasi Tactical Floor Game (TFG) yang digelar oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., pada Selasa 3 Maret 2026 di Jakarta, sebagai langkah antisipasi menghadapi mobilitas jutaan pemudik pada momen Lebaran 1447 Hijriah.

Simulasi ini bertujuan menyamakan pola pikir, strategi, serta langkah operasional seluruh personel di lapangan agar mampu merespons dinamika arus mudik secara cepat dan terukur.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai skenario rekayasa lalu lintas dibahas secara rinci, terutama di titik rawan kepadatan dan jalur dengan risiko kecelakaan tinggi. Beberapa skema yang disiapkan meliputi:

Baca Juga: Matangkan Strategi Pengamanan Arus Mudik, Korlantas Polri Gelar TFG Operasi Ketupat 2026

Penerapan contraflow di ruas tol padat kendaraan

  • Sistem one way Lebaran 2026 pada jalur utama mudik
  • Pengalihan arus kendaraan di exit tol tertentu
  • Penanganan jalur tengkorak dan titik lelah pemudik

Koordinasi antarwilayah Polda juga menjadi perhatian utama agar rekayasa lalu lintas di satu daerah tidak menimbulkan kemacetan berantai di wilayah lain.

Teknologi Real-Time Jadi Senjata Utama Operasi Ketupat 2026

Pengamanan mudik tahun ini semakin diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digital berbasis data real-time. Korlantas Polri mengoptimalkan sistem traffic counting yang mampu memantau jumlah kendaraan secara langsung di ruas jalan strategis.

Melalui sistem tersebut, pusat kendali operasi dapat mengetahui perubahan volume kendaraan setiap menit, sekaligus mendeteksi lebih cepat jika terjadi kendaraan mogok maupun kecelakaan.

Dengan dukungan pemantauan otomatis, tim evakuasi serta petugas medis dapat segera diterjunkan ke lokasi untuk mencegah kemacetan panjang.

Selain teknologi, Operasi Ketupat Lebaran 2026 juga melibatkan “Tim Urai” khusus yang terdiri dari Polwan dan Kowad. Tim ini akan ditempatkan di titik rawan macet guna mempercepat penguraian kepadatan lalu lintas.

Pengamanan Tidak Hanya di Jalan Tol

Pengamanan mudik Lebaran tidak hanya difokuskan pada Pulau Jawa. Kehadiran jajaran Ditlantas dari wilayah Banten, Jawa hingga Bali dalam simulasi TFG menunjukkan bahwa pengawasan dilakukan secara nasional.


Berita Terkait


News Update