JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Waktu berbuka puasa kerap bertepatan dengan jam pulang kerja, membuat banyak masyarakat masih berada di balik kemudi ketika adzan Magrib berkumandang.
Situasi ini memang sulit dihindari bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi, seperti di perkotaan. Meski begitu, keselamatan berkendara tetap harus menjadi prioritas utama ketika berbuka puasa di perjalanan.
Bagi masyarakat yang kerap berbuka puasa di dalam mobil saat perjalanan, berikut ini beberapa tips amannya.
Baca Juga: Yamaha TMAX Ludes di Batch Awal, YIMM Akui Siap Buka Pemesanan Kedua
Bawa Bekal Praktis untuk Berbuka
Menyiapkan bekal sederhana sebelum berangkat sangat dianjurkan. Air mineral atau minuman manis dalam kemasan menjadi pilihan paling praktis untuk membatalkan puasa.
Sebaiknya hindari minuman bersoda atau kopi karena dapat memicu rasa tidak nyaman pada perut.
Selain itu, pilih minuman dengan suhu normal agar bisa langsung diminum tanpa mengganggu konsentrasi.
Makanan berat seperti nasi dan lauk juga tidak disarankan karena berpotensi membuat mengantuk. Pilih camilan yang tidak mudah hancur agar kabin tetap bersih dan tidak mengalihkan fokus berkendara.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Ford RMA Indonesia Siapkan Ramadhan Service Program dan Bengkel Siaga
Siapkan Makanan dan Minuman Sebelum Berangkat
Persiapan sebaiknya dilakukan sebelum mobil berjalan. Buka terlebih dahulu segel kemasan makanan maupun minuman agar tidak merepotkan saat di jalan.
Letakkan bekal di area yang mudah dijangkau seperti cup holder, konsol tengah, atau panel pintu. Pastikan posisinya stabil supaya tidak jatuh ketika mobil melakukan pengereman mendadak.
Hindari Berhenti di Bahu Jalan
Jika memungkinkan, menepilah di lokasi yang benar-benar aman seperti rest area, SPBU, masjid, atau minimarket.
Berhenti di bahu jalan sangat berisiko karena dapat mengganggu arus lalu lintas dan memicu kecelakaan, terutama tabrakan dari belakang. Pastikan juga lokasi parkir aman dan tidak menghambat pengguna jalan lain.
Baca Juga: KTM 990 RCR Track Ludes Terjual, Motor Balap Ini Dibanderol Rp320 Jutaan
Tetap Waspada Jika Terpaksa Berbuka di Mobil
Apabila tidak menemukan tempat berhenti, batalkan puasa dengan minum air putih atau minuman manis terlebih dahulu.
Tetap prioritaskan kendali kendaraan. Gunakan satu tangan untuk kemudi dan hindari memegang makanan dengan kedua tangan sekaligus.
Kurangi kecepatan ke batas aman, kunyah makanan secara perlahan, dan jangan makan berlebihan. Setelah menemukan lokasi yang layak untuk berhenti, pengendara bisa melanjutkan berbuka dengan lebih nyaman.
Fasilitas Alternatif untuk Berbuka
Sebagai opsi, pengendara juga dapat mencari lokasi istirahat yang menyediakan fasilitas memadai untuk berbuka puasa. Salah satu yang bisa dicoba adalah Auto2000 caffe.
“Auto2000 memperluas cakupan layanan kepada pelanggan untuk merasakan gaya hidup unik dengan menghadirkan Auto2000 Caffe. Tidak hanya dimanfaatkan saat menunggu mobil diservis, fasilitas premium ini juga dapat dipakai sebagai sarana meeting atau hang-out bernuansa otomotif,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.
