Ducati Rilis DesertX Generasi Kedua, Makin Garang di Medan Off-road

Selasa 03 Mar 2026, 15:43 WIB
Ducati memperkenalkan DesertX generasi kedua dengan mesin V2 890 cc. (Sumber: Ducati)

Ducati memperkenalkan DesertX generasi kedua dengan mesin V2 890 cc. (Sumber: Ducati)

POSKOTA.CO.ID - Pabrikan motor asal Bologna, Ducati resmi menghadirkan generasi kedua Ducati DesertX. Model ini menjadi tonggak penting masuknya pabrikan Borgo Panigale ke segmen off-road ekstrem, ditandai penggunaan roda depan 21 inci.

Motor ini berawal dari konsep yang diperkenalkan pada ajang EICMA 2019 dan mulai diproduksi massal pada 2021.

Sejak kemunculannya, DesertX cepat mendapat tempat di kalangan penggemar maxi-enduro dan adventure touring berkat kemampuan off-road yang mumpuni.

Pengembangan DesertX generasi terbaru tidak lepas dari berbagai pengalaman di kompetisi medan berat. Sejumlah event yang menjadi referensi antara lain Erzbergrodeo, Rally of Albania, TransAnatolia Rally Raid, hingga NORRA Mexican 1000 Rally.

Baca Juga: Gokil! Ducati Kini Kuasai MotoE, Ini Penampakan Motor Listrik Ducati Untuk 2023

Dari pengalaman tersebut, Ducati merancang ulang motor ini untuk meningkatkan performa off-road tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara khas mereka.

Mesin V2 Baru Lebih Ringan dan Responsif

Potret pengguna DesertX generasi kedua dengan mesin V2 890 cc. (Sumber: Ducati)

DesertX terbaru mengusung mesin Ducati V2 berkapasitas 890 cc. Mesin dua silinder ini diklaim sebagai yang paling ringan di kelasnya dengan konfigurasi empat katup per silinder.

Berkat teknologi Variable Intake Valve Timing (IVT), mesin mampu menghasilkan tenaga merata di berbagai putaran. Output maksimal mencapai 110 hp dengan torsi puncak 92 Nm.

Karakter tenaga juga dibuat lebih responsif. Sekitar 70 persen torsi sudah tersedia sejak 3.000 rpm, membantu akselerasi saat keluar tikungan maupun menghadapi rintangan.

Baca Juga: Duo Rider Gresini MotoGP Ungkap Motor Ducati GP19 Agresif

Interval perawatan juga dibuat panjang, dengan pengecekan celah katup setiap 45.000 km dan penggantian oli setiap 15.000 km atau dua tahun.

Rangka Monokok dan Suspensi Lebih Siap Tempur


Berita Terkait


News Update