Mengutip dari Muhammadiyah, secara umum Al-Qur'an diyakini turun pada malam Lailatul Qadr atau 10 hari terakhir bulan Ramadan. Selain itu, Al-Quran juga diketahui diturunkan kepada umat manusia pada malam Nuzul Al-Quran atau 17 Ramadan.
Berikut ini proses turunnya Al-Qur'an pada bulan Ramadhan yang diyakini oleh para ulama.
1. Turunnya Al-Quran Secara Sekaligus (Lailatul Qadar)
Masih dihimpun dari Muhammadiyah, Al-Qur'an tercatat di Al-Lauh Al-Mahfiz pertama kali diturunkan ke Langit Dunia pada malam Lailatul Qadar. Hal ini seperti yang tertuang dalam QS. Al Qadr ayat 1.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.” (QS. Al-Qadr : 1)
Pakar tafsir terkemuka, Syekh Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi menyatakan:
وَلَا خِلَافَ أَنَّ الْقُرْآنَ أُنْزِلَ مِنَ اللَّوْحِ الْمَحْفُوظِ لَيْلَةَ الْقَدْرِ عَلَى مَا بَيَّنَّاهُ جُمْلَةً وَاحِدَةً، فَوُضِعَ فِي بَيْتِ الْعِزَّةِ فِي سَمَاءِ الدُّنْيَا، ثُمَّ كَانَ جِبْرِيلُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْزِلُ بِهِ نَجْمًا نَجْمًا فِي الْأَوَامِرِ وَالنَّوَاهِي وَالْأَسْبَابِ، وَذَلِكَ فِي عِشْرِينَ سَنَةً.
Artinya: "Tidak ada perbedaan bahwa Al-Qur’an diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh pada malam Lailatul Qadar secara keseluruhan seperti penjelasan kami. Maka Al-Qur’an terlebih dahulu diletakkan di Baitul Izzah di langit dunia. Kemudian Jibril menurunkannya secara berangsur tentang perintah, larangan dan sebab-sebab lainnya. Demikian itu terjadi selama 20 tahun."
Baca Juga: Mengapa Malam Lailatul Qadar Begitu Istimewa? Ini Keutamaannya Menurut Al-Quran
Dalam tafsir tersebut dijelaskan bahwa setelah penurunan Al-Qur'an sekaligus, Al-Qur'an lalu diturunkan secara berangsur-angsur atau bertahap kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.
Jadi, Lailatul Qadar merupakan proses pertama dari turunnya Al-Quran yang kemudian dilanjutkan dengan penurunan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW.
2. Turunnya Al-Quran Secara Berangsur (Nuzulul Qur'an)
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Nabi Muhammad SAW selama kurun waktu 23 tahun kenabian menerima wahyu ayat-ayat Al-Quran yang disampaikan oleh malaikat Jibril secara bertahap, haik di Mekkah maupun Madinah.
Turunnya Al-Quran untuk pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW ini lah yang kemudian dikenal dengan malam Nuzul Al-Quran atau 17 Ramadan.
Adapun, wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW kala itu adalah lima ayat pertama surat Al-‘Alaq.
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥
