Pemerintah Imbau Jemaah Umrah WNI untuk Menunda Keberangkatan dan Tetap Tenang di Tengah Konflik Timur Tengah

Selasa 03 Mar 2026, 11:49 WIB
Ilustrasi. Pemerintah imbau jemaah umrah menunda keberangkatan dan pastikan Jemaah WNI di Arab Saudi tetap aman. (Sumber: Pexels/Fahad Puthawala)

Ilustrasi. Pemerintah imbau jemaah umrah menunda keberangkatan dan pastikan Jemaah WNI di Arab Saudi tetap aman. (Sumber: Pexels/Fahad Puthawala)

POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Indonesia meminta calon jemaah umrah WNI untuk menunda keberangkatannya ke Tanah Suci. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat dan sekutunya melawan Iran.

Kondisi yang tidak menentu ini dinilai berpotensi memengaruhi keselamatan warga negara yang sedang atau akan menunaikan ibadah umrah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan imbauan ini adalah bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menjaga keselamatan para jemaah.

"Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya," ujar Dahnil di Jakarta, Minggu 1 Maret 2026.

Baca Juga: Arab Saudi Tetapkan Batas Akhir Visa Umrah 2026, Jamaah Wajib Perhatikan Jadwal Penutupan

Selain calon jemaah yang belum berangkat, pemerintah juga memperhatikan kondisi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi. Pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas setempat, maskapai penerbangan, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memastikan jemaah tetap aman dan dapat memperoleh fasilitas yang layak selama terjadi penundaan kepulangan.

Jemaah WNI di Arab Saudi Diminta Tenang

Dahnil menekankan pentingnya ketenangan bagi jemaah WNI yang sedang berada di Arab Saudi. Pemerintah memastikan tempat penginapan dan fasilitas lainnya tetap aman untuk menampung jemaah yang terdampak.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), sebanyak 58.873 jemaah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi.

Pemerintah Terus Pantau Situasi

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menyampaikan pemerintah melakukan pemantauan secara intensif terkait situasi regional. Ia meminta jemaah selalu berkoordinasi dengan PPIU masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” kata Puji.

Baca Juga: Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Minta Jamaah Umrah Tunda Keberangkatan dan Pastikan Persiapan Haji Tetap Berjalan

Persiapan Haji 2026 Tidak Terganggu

Meski situasi Timur Tengah memanas, pemerintah memastikan persiapan ibadah haji 2026 tetap berjalan sesuai jadwal. Semua tahapan perencanaan dan koordinasi tidak terdampak dan terus dilaksanakan.

“Kami berharap kondisi segera normal. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan,” tambah Dahnil.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau situasi di Timur Tengah dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan jemaah umrah Indonesia, sambil memastikan persiapan ibadah haji 2026 tetap berjalan lancar sesuai jadwal.


Berita Terkait


News Update