Batas Sahur yang Benar Menurut Islam: Imsak atau Azan Subuh? Ini Penjelasannya

Selasa 03 Mar 2026, 16:46 WIB
Ilustrasi. Batas waktu sahur yang benar menurut Islam (Sumber: Freepik)

Ilustrasi. Batas waktu sahur yang benar menurut Islam (Sumber: Freepik)

Mengutip penjelasan dari Nahdlatul Ulama melalui NU Online, terdapat sejumlah hikmah di balik anjuran mengakhirkan sahur:

  1. Menjaga Ketahanan Fisik

Sahur yang dilakukan mendekati Subuh membuat jarak waktu menahan lapar lebih singkat, sehingga tubuh memiliki cadangan energi lebih optimal sepanjang hari.

  1. Memudahkan Salat Subuh di Awal Waktu

Selesai sahur, seseorang bisa langsung berwudu dan menunaikan salat Subuh tanpa harus menunggu lama.

  1. Menghindari Risiko Terlewat Salat

Jika sahur dilakukan terlalu awal lalu tidur kembali, ada risiko kebablasan dan melewatkan salat Subuh.

Bacaan Niat Puasa Ramadan

Sebelum fajar tiba, umat Islam juga dianjurkan memantapkan niat dalam hati. Berikut lafal niat puasa Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadana hadzihis sanati lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Kesimpulan: Imsak atau Azan Subuh?

Berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadis, serta penjelasan ulama dan pemerintah, batas akhir sahur yang sah adalah saat azan Subuh berkumandang, bukan saat imsak.

Imsak hanyalah pengingat agar umat Islam lebih berhati-hati. Dengan memahami hal ini, diharapkan ibadah puasa Ramadan dapat dijalankan dengan lebih tenang, sah secara syariat, dan penuh keberkahan.


Berita Terkait


News Update