POSKOTA.CO.ID - Pertanyaan tidak shalat tapi puasa, apakah diterima? kerap muncul setiap bulan Ramadan.
Tidak sedikit umat Islam yang tetap berpuasa, tetapi masih meninggalkan shalat lima waktu. Lalu bagaimana hukumnya? Apakah puasanya tetap sah dan diterima?
Isu ini perlu dijawab secara hati-hati karena menyangkut dua ibadah pokok dalam Islam: shalat dan puasa. Keduanya merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.
Dilansir dari laman resmi rumah zakat pada Selasa, 3 Maret 2026. Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Salat Gerhana Mulai Jam Berapa saat Ramadhan? Ini Jadwal Masing-masing Daerah
Kedudukan Shalat dalam Islam

Shalat adalah rukun Islam kedua setelah syahadat dan dikenal sebagai tiang agama. Ibadah ini menjadi pembeda utama antara Muslim dan non-Muslim.
Dalam banyak hadis, nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa shalat memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Karena itu, meninggalkannya bukan perkara ringan.
Mayoritas ulama sepakat bahwa meninggalkan shalat secara sengaja termasuk dosa besar. Bahkan, sebagian ulama berpendapat bahwa meninggalkan shalat dengan sengaja dapat menyeret seseorang pada kekufuran, meski rincian hukumnya masih diperdebatkan.
Dengan memahami urgensi shalat, maka pertanyaan tentang puasa tanpa shalat harus dilihat dalam konteks yang lebih luas.
Baca Juga: Prediksi Malam Lailatul Qadar 2026, Ini Daftar Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Apakah Puasa Tetap Sah Jika Tidak Shalat?
Secara hukum fikih, shalat dan puasa adalah dua ibadah yang berdiri sendiri. Sah atau tidaknya puasa ditentukan oleh terpenuhi atau tidaknya syarat dan rukun puasa, seperti:
- Niat
- Menahan diri dari makan dan minum
- Menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa
