Update Terbaru Perang Iran vs AS-Israel: Ribuan Target Diserang, Pasar Global Bergejolak

Senin 02 Mar 2026, 14:37 WIB
Update terbaru perang Iran vs AS-Israel (Sumber: Generated AI)

Update terbaru perang Iran vs AS-Israel (Sumber: Generated AI)

POSKOTA.CO.ID - Konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki babak baru yang semakin memanas.

Washington melaporkan korban tewas pertama dari pihak militer AS, sementara Teheran dan sekutunya memperluas serangan balasan ke berbagai titik strategis di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan militer akan terus menggempur Iran hingga target operasi tercapai.

Ia mengklaim sembilan kapal angkatan laut Iran telah ditenggelamkan dan markas besarnya “hampir sepenuhnya dihancurkan”.

Baca Juga: Siapa Mustafa Kemal Ataturk? Dari Jenderal Perang ke Presiden Pertama Turki yang Mengakhiri Ottoman

Perkembangan Terbaru Perang AS-Israel dengan Iran

Perkembangan terbaru perang AS-Israel dengan Iran. (Sumber: Gemini AI)

Eskalasi konflik meningkat tajam setelah serangan rudal besar-besaran menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat senior lainnya.

Kematian tersebut diumumkan langsung oleh Trump dan kemudian dikonfirmasi media pemerintah Iran.

Trump menyebut Khamenei sebagai sosok paling berbahaya dalam sejarah modern dan kembali menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan rezim yang berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Khamenei dan Suksesi Kepemimpinan Iran

Wafatnya Khamenei memunculkan ketidakpastian politik di Teheran.

Baca Juga: Bagaimana Nasib Piala Dunia 2026 Usai Konflik AS-Iran? Begini Kata FIFA

Sebagai pemimpin tertinggi kedua sejak berdirinya Republik Islam Iran, ia belum secara terbuka menunjuk pengganti.

Sesuai konstitusi, Majelis Ahli akan bertugas memilih pemimpin tertinggi baru.

Sementara itu, pemerintahan transisi akan dijalankan oleh dewan sementara yang terdiri dari presiden, kepala peradilan, dan perwakilan Dewan Pengawal.

Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan dewan kepemimpinan sementara akan segera menggelar pertemuan darurat.

Ribuan Target Diserang, Korban Terus Bertambah

Komando Pusat AS atau United States Central Command (Centcom) mengungkap lebih dari 1.000 target telah dihantam, termasuk fasilitas komando Korps Garda Revolusi Islam, sistem pertahanan udara, hingga pangkalan peluncuran rudal dan drone.

Untuk pertama kalinya, AS menggunakan drone serang sekali pakai berbiaya rendah dalam operasi tempur.

Centcom melaporkan tiga tentara AS tewas dan lima lainnya mengalami luka berat. Trump bahkan menyebut jumlah korban bisa bertambah.

Di sisi Iran, televisi pemerintah mengutip Palang Merah melaporkan 201 orang tewas dan 747 luka-luka. Sekitar 85 korban dilaporkan meninggal akibat serangan rudal yang menghantam sekolah perempuan di Provinsi Hormozgan.

Baca Juga: Teheran Diserang, Kedutaan Iran Minta Indonesia dan Dunia Kutuk Agresi AS-Israel

Beberapa pejabat tinggi Iran yang dilaporkan tewas antara lain Komandan Garda Revolusi Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.

Serangan Balasan Meluas ke Teluk

Iran meluncurkan gelombang rudal dan drone ke pangkalan AS dan sekutunya di kawasan Teluk, termasuk di Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Arab Saudi.

Bahkan Oman yang sebelumnya relatif aman, ikut terdampak serangan.

Israel turut menjadi sasaran, dan pemerintah di Tel Aviv dilaporkan memobilisasi 100.000 pasukan cadangan untuk memperkuat pertahanan nasional.

Sistem pertahanan udara aktif di langit Dubai, sementara beberapa instalasi AS dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Harga Minyak Melonjak, Selat Hormuz Terganggu

Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir pada perdagangan Asia, dipicu gangguan di Selat Hormuz jalur vital distribusi minyak dan gas dunia.

Aliansi produsen minyak OPEC+ menyepakati peningkatan produksi bulan depan untuk meredam lonjakan harga.

Meski Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan negaranya tidak berniat menutup Selat Hormuz, laporan menunjukkan arus tanker minyak praktis terhenti akibat eskalasi militer.

Perusahaan pelayaran global juga mulai menghindari Teluk Persia, sementara operator pelabuhan Dubai menangguhkan sebagian operasionalnya.

Penerbangan Lumpuh di Timur Tengah

Maskapai besar di kawasan Teluk memperpanjang penghentian operasional.

Emirates menangguhkan penerbangan tanpa batas waktu, disusul Etihad Airways dan Qatar Airways.

Bandara Abu Dhabi melaporkan satu korban jiwa akibat pencegatan drone, sementara bandara Dubai, Bahrain, dan Kuwait juga terdampak serangan.

Pasar Keuangan Bergejolak

Pasar saham global dibuka melemah, sementara harga minyak dan dolar AS menguat sebagai aset safe haven.

Otoritas Uni Emirat Arab bahkan menutup dua bursa utamanya di Abu Dhabi dan Dubai selama dua hari awal pekan.

Respons Politik di Washington

Di tengah eskalasi, Trump mengaku pejabat Iran ingin membuka jalur komunikasi.

Ia menyatakan kesediaan untuk berunding, meski tanpa membeberkan detail.

Reaksi di Kongres AS terbelah. Mayoritas Partai Republik mendukung operasi militer, sedangkan Partai Demokrat mendorong pembatasan kewenangan presiden melalui resolusi resmi.

Perang AS-Israel dengan Iran kini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah, tetapi juga mengguncang pasar energi, jalur logistik global, serta dinamika politik domestik Amerika Serikat.

Dunia menanti apakah konflik ini akan mereda lewat diplomasi atau justru memasuki fase yang lebih destruktif.


Berita Terkait


News Update