POSKOTA.CO.ID - Konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki babak baru yang semakin memanas.
Washington melaporkan korban tewas pertama dari pihak militer AS, sementara Teheran dan sekutunya memperluas serangan balasan ke berbagai titik strategis di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan militer akan terus menggempur Iran hingga target operasi tercapai.
Ia mengklaim sembilan kapal angkatan laut Iran telah ditenggelamkan dan markas besarnya “hampir sepenuhnya dihancurkan”.
Baca Juga: Siapa Mustafa Kemal Ataturk? Dari Jenderal Perang ke Presiden Pertama Turki yang Mengakhiri Ottoman
Perkembangan Terbaru Perang AS-Israel dengan Iran

Eskalasi konflik meningkat tajam setelah serangan rudal besar-besaran menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat senior lainnya.
Kematian tersebut diumumkan langsung oleh Trump dan kemudian dikonfirmasi media pemerintah Iran.
Trump menyebut Khamenei sebagai sosok paling berbahaya dalam sejarah modern dan kembali menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan rezim yang berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.
Khamenei dan Suksesi Kepemimpinan Iran
Wafatnya Khamenei memunculkan ketidakpastian politik di Teheran.
Baca Juga: Bagaimana Nasib Piala Dunia 2026 Usai Konflik AS-Iran? Begini Kata FIFA
Sebagai pemimpin tertinggi kedua sejak berdirinya Republik Islam Iran, ia belum secara terbuka menunjuk pengganti.
