Sesuai konstitusi, Majelis Ahli akan bertugas memilih pemimpin tertinggi baru.
Sementara itu, pemerintahan transisi akan dijalankan oleh dewan sementara yang terdiri dari presiden, kepala peradilan, dan perwakilan Dewan Pengawal.
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan dewan kepemimpinan sementara akan segera menggelar pertemuan darurat.
Ribuan Target Diserang, Korban Terus Bertambah
Komando Pusat AS atau United States Central Command (Centcom) mengungkap lebih dari 1.000 target telah dihantam, termasuk fasilitas komando Korps Garda Revolusi Islam, sistem pertahanan udara, hingga pangkalan peluncuran rudal dan drone.
Untuk pertama kalinya, AS menggunakan drone serang sekali pakai berbiaya rendah dalam operasi tempur.
Centcom melaporkan tiga tentara AS tewas dan lima lainnya mengalami luka berat. Trump bahkan menyebut jumlah korban bisa bertambah.
Di sisi Iran, televisi pemerintah mengutip Palang Merah melaporkan 201 orang tewas dan 747 luka-luka. Sekitar 85 korban dilaporkan meninggal akibat serangan rudal yang menghantam sekolah perempuan di Provinsi Hormozgan.
Baca Juga: Teheran Diserang, Kedutaan Iran Minta Indonesia dan Dunia Kutuk Agresi AS-Israel
Beberapa pejabat tinggi Iran yang dilaporkan tewas antara lain Komandan Garda Revolusi Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.
Serangan Balasan Meluas ke Teluk
Iran meluncurkan gelombang rudal dan drone ke pangkalan AS dan sekutunya di kawasan Teluk, termasuk di Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Arab Saudi.
Bahkan Oman yang sebelumnya relatif aman, ikut terdampak serangan.
Israel turut menjadi sasaran, dan pemerintah di Tel Aviv dilaporkan memobilisasi 100.000 pasukan cadangan untuk memperkuat pertahanan nasional.
