Sistem pertahanan udara aktif di langit Dubai, sementara beberapa instalasi AS dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Harga Minyak Melonjak, Selat Hormuz Terganggu
Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir pada perdagangan Asia, dipicu gangguan di Selat Hormuz jalur vital distribusi minyak dan gas dunia.
Aliansi produsen minyak OPEC+ menyepakati peningkatan produksi bulan depan untuk meredam lonjakan harga.
Meski Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan negaranya tidak berniat menutup Selat Hormuz, laporan menunjukkan arus tanker minyak praktis terhenti akibat eskalasi militer.
Perusahaan pelayaran global juga mulai menghindari Teluk Persia, sementara operator pelabuhan Dubai menangguhkan sebagian operasionalnya.
Penerbangan Lumpuh di Timur Tengah
Maskapai besar di kawasan Teluk memperpanjang penghentian operasional.
Emirates menangguhkan penerbangan tanpa batas waktu, disusul Etihad Airways dan Qatar Airways.
Bandara Abu Dhabi melaporkan satu korban jiwa akibat pencegatan drone, sementara bandara Dubai, Bahrain, dan Kuwait juga terdampak serangan.
Pasar Keuangan Bergejolak
Pasar saham global dibuka melemah, sementara harga minyak dan dolar AS menguat sebagai aset safe haven.
Otoritas Uni Emirat Arab bahkan menutup dua bursa utamanya di Abu Dhabi dan Dubai selama dua hari awal pekan.
Respons Politik di Washington
Di tengah eskalasi, Trump mengaku pejabat Iran ingin membuka jalur komunikasi.
Ia menyatakan kesediaan untuk berunding, meski tanpa membeberkan detail.
