POSKOTA.CO.ID - Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat.
Operasi militer tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan memicu rentetan balasan terhadap pangkalan militer AS di berbagai negara kawasan.
Serangan ini terjadi setelah ancaman yang sebelumnya dilontarkan Presiden AS, Donald Trump, yang telah menyatakan bahwa Washington “siap bertindak kapan saja” terhadap Tehran. Ancaman tersebut akhirnya terwujud ketika militer AS dan Israel bergerak serentak.
Iran merespons agresi itu dengan menargetkan fasilitas militer Amerika di beberapa titik strategis Timur Tengah. Tindakan balas-membalas ini menandai salah satu eskalasi paling berbahaya di kawasan dalam satu dekade terakhir.
Lokasi Strategis dan Risiko Jalur Minyak Dunia
Secara geopolitik, posisi Iran berada pada titik krusial jalur energi global. Negara tersebut mengapit kawasan antara Teluk Persia dan Laut Oman, serta menjadi penjaga alami jalur maritim paling vital dunia Selat Hormuz. Sekitar 20 persen suplai minyak dunia bergantung pada kelancaran lalu lintas di selat ini.
Penutupan selat tersebut, menurut analis energi internasional, “akan menciptakan kejutan minyak global yang dapat menaikkan harga secara ekstrem dan mengganggu kestabilan ekonomi dunia.”
Selain Hormuz, jalur strategis lain seperti Bab el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden juga berada dalam kondisi siaga tinggi. Konflik berpotensi memengaruhi jalur pelayaran yang melintasi kawasan Yaman dan Djibouti.
Iran Alami Blackout Internet: Konektivitas Tinggal 4 Persen
Melansir dari berbagai sumber media internasional, ketegangan geopolitik ternyata tidak hanya menimbulkan dampak militer, tetapi juga meluas ke ranah digital. Pada 28 Februari 2026, Iran dilaporkan mengalami pemadaman internet skala nasional. Laporan lembaga pemantau jaringan global menunjukkan tingkat konektivitas hanya mencapai 4 persen dari kondisi normal.
Sebagian besar wilayah negeri mengalami gangguan signifikan. Akses ke situs internasional, aplikasi komunikasi, dan layanan digital esensial terputus total.
Pada titik tertentu, trafik data Iran turun tajam, menunjukkan adanya tindakan pembatasan atau gangguan teknis besar-besaran.
