POSKOTA.CO.ID - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah terus memanas setelah muncul kabar wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei wafat.
Situasi tersebut tidak hanya memicu kekhawatiran global, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai kepemimpinan Iran.
Di saat bersamaan, Iran juga memiliki presiden aktif, Masoud Pezeshkian, sehingga memunculkan kebingungan tentang siapa sebenarnya pemimpin utama negara tersebut dan siapa pemimpin Iran saat ini.
Kondisi ini membuat banyak masyarakat dunia mempertanyakan bagaimana struktur kekuasaan Iran bekerja serta siapa yang memegang kendali tertinggi dalam pemerintahan negara tersebut.
Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
Sejumlah media pemerintah Iran dan laporan internasional menyebutkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan tewas dalam serangan udara besar pada akhir Februari 2026.
Serangan tersebut disebut melibatkan operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel dengan target utama pemimpin tertinggi Iran.
Laporan yang beredar menyebutkan pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan. Beberapa sumber juga menyatakan adanya korban tambahan dari kalangan keluarga serta pejabat tinggi negara.
Kabar tersebut langsung menjadi perhatian global karena posisi Khamenei selama ini dikenal sebagai pusat kekuasaan politik dan keamanan Republik Islam Iran.
Struktur Kekuasaan Iran: Pemimpin Tertinggi di Puncak
Secara konstitusional, Iran memiliki sistem pemerintahan unik yang menempatkan jabatan Pemimpin Tertinggi atau Supreme Leader sebagai otoritas tertinggi negara, berikut adalah penjelasan dari perbedaan Ali Khamenei dan Masoud Pezeshkian.
Sejak tahun 1989, posisi tersebut dipegang oleh Ayatollah Ali Khamenei. Dalam struktur politik Iran, Pemimpin Tertinggi memiliki kewenangan luas, mulai dari mengendalikan angkatan bersenjata, menentukan arah kebijakan luar negeri, mengawasi lembaga peradilan, hingga mengambil keputusan strategis nasional.
