POSKOTACOID - Israel resmi meluncurkan serangan ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 dengan dukungan militer dari Amerika Serikat.
Keikutsertaan AS dalam dalam serangan ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden Donald Trump.
Dihimpun dari Al Jazeera, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa serangan ini merupakan operasi tempur besar-besaran.
Baca Juga: Sejarah Baru! Indonesia Ditunjuk Sebagai Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Gaza
Dalam pernyataan resminya, Donald Trump menyebut serangan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melindungi warga Amerika dengan menghancurkan rezim Iran.
“Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” kata Donald Trump.
Lebih lanjut, Trump mengungkapkan bahwa Israel meluncurkan rudal yang mempunyai menghancurkan rudal-rudal miliki Iran.
"Kami akan menghancurkan rudal-rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka hingga ke tanah,” ujar Trump.
Baca Juga: Israel Tetap Bombardir Gaza Setelah Masuk Board of Peace, 31 Orang Tewas
Ledakan Terdengar di Ibu Kota Teheran
Setelah serangan besar-besaran yang diluncurkan Israel dan Amerika Serikat, beberapa ledakan terdengar di ibu kota Iran, Teheran.
Tak hanya itu, sejumlah ledakan juga dilaporkan terjadi di beberapa lokasi lain di seluruh negeri yang membuat kondisi memanas.
