Baca Juga: Kabel Semrawut di Jalan Raya Tigaraksa-Citeras Bahayakan Keselamatan Masyarakat
Tak ketinggalan, Ibu Menteri PKP Shinta Triastuti Sirait, melalui perusahaannya, akan memperbaiki jalan dan boulevard sepanjang 300 meter sebagai dukungan terhadap pengembangan sentra kuliner UMKM di Menteng Tenggulun.
Penataan kawasan ini juga disertai pembinaan bagi 35 pelaku UMKM, dengan dukungan dari ladies banker, sepuluh bank nasional yakni NOBU, BTN, BNI, Allo, BCA, CIMB Niaga, Bank Artha Graha, Bank Jago, Hi Bank, Ganesha.
Beberapa Bank akan memberikan pelatihan literasi keuangan agar UMKM dapat mengelola usaha secara lebih profesional. UMKM akan dibekali dengan Pelatihan SDM, yang akan menghasilkan produk berkualitas, sistem pengelolaan keuangan yang baik dan benar
Penataan kawasan ini juga menjadi wadah pemberdayaan bagi pelaku lokal, di mana alah satu kontraktor setempat, Pak Hanif, dipercaya mengerjakan 15 rumah setelah sebelumnya sukses membangun dua unit dengan hasil baik.
“Saya senang ada kontraktor naik kelas seperti Pak Hanif. Kita harus berani kasih kepercayaan kepada rakyat. Saya kasih 15 unit untuk dikerjakan dari 2 unit yang sudah selesai sebelumnya, kalau bagus kita tambah lagi,” kata Menteri Ara.
Baca Juga: LDNU DKI Siapkan 150 Paket Takjil Setiap Hari di Program Teras Dakwah
Ia menegaskan bahwa program ini bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi juga membangun kepercayaan dan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Selain fokus pada perbaikan fisik, pemerintah juga menggandeng Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk memberdayakan ibu-ibu melalui pengelolaan bank sampah gotong royong. Melalui sistem penimbangan sampah, para ibu akan mendapatkan penghasilan tambahan sambil menjaga kebersihan lingkungan.
“Saya senang sekali hari ini PNM dan SMF sudah menjalankan pesan Presiden Prabowo. Ibu-ibu di sini dibina untuk bersih-bersih sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan. Lingkungan bersih, dapat uang, semua senang,” ujar Menteri Ara.
Penataan kawasan juga akan menonjolkan sentuhan seni dan nilai kebangsaan. Maruarar meminta agar dinding-dinding rumah dan fasilitas umum dihiasi mural bertema Pancasila, Burung Garuda, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta gambar tokoh-tokoh atlet nasional untuk menginspirasi anak-anak.
“Mural juga harus menggambarkan tokoh atlet kita supaya anak-anak di sini punya semangat dan inspirasi,” pesannya.
