Organ seperti hati dan ginjal bekerja lebih optimal karena tidak terus-menerus dibebani proses pencernaan.
Inilah sebabnya, puasa kerap dikaitkan dengan perbaikan fungsi organ dalam serta peningkatan kebugaran tubuh.
2. Menstabilkan Gula Darah dan Berat Badan
Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah pengaruh puasa terhadap kadar gula darah.
Dengan catatan dilakukan secara benar, puasa membantu meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga kadar gula darah menjadi lebih stabil. Hal ini sangat bermanfaat dalam mencegah risiko diabetes tipe dua.
Selain itu, puasa juga membantu pengendalian berat badan. Tubuh belajar menggunakan energi secara efisien, sementara kebiasaan makan berlebihan dapat ditekan.
Namun, Dokter Aisah Dahlan menekankan pentingnya menjaga pola makan saat sahur dan berbuka agar manfaat ini tidak berubah menjadi risiko kesehatan.
3. Dampak Puasa terhadap Otak dan Kesehatan Mental
Tidak hanya berdampak pada tubuh, puasa juga memberikan pengaruh signifikan terhadap kesehatan mental.
Saat berpuasa, produksi hormon endorfin dan serotonin meningkat. Kedua hormon ini berperan penting dalam menciptakan perasaan tenang, bahagia, dan fokus.
Puasa juga membantu menurunkan hormon stres seperti kortisol. Ketika kadar kortisol menurun, seseorang menjadi lebih sabar, tidak mudah marah, dan lebih mampu mengendalikan emosi.
Inilah yang menjelaskan mengapa banyak orang merasakan ketenangan batin setelah beberapa hari menjalani puasa.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini Minggu 22 Februari 2026
4. Puasa Melatih Kontrol Diri dan Disiplin Emosi
Menurut penjelasan Dokter Aisah Dahlan, puasa adalah latihan pengendalian diri paling efektif.
