Warga Kampung Bilik Minta Proses Relokasi ke Rusun Berjalan Komprehensif

Rabu 25 Feb 2026, 16:36 WIB
Permukiman warga di RT 02 RW 07 Kampung Bilik, Kalideres, Jakarta Barat pada Rabu, 25 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Permukiman warga di RT 02 RW 07 Kampung Bilik, Kalideres, Jakarta Barat pada Rabu, 25 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

"Tapi kan kita belum bisa apa ya, harusnya kan statement itu keluar dari dinas terkait dong," kata Budiyono.

Bikin Wadah Edukasi untuk Anak-Anak

Budiyono menceritakan bagaimana awal berdirinya Kampung Bilik. Awalnya lokasi ini merupakan rawa-rawa.

"Pasca reformasi kan dalam konteks apapun itu masyarakat memang lagi kacau lah secara sosial, politik, ekonomi dan lain kan. Akhirnya ada ruang ini gitu loh, ada tanah garapan ini. Lalu kita garap kan, tanah ini kita garap pasca reformasi," kata Budiyono.

Baca Juga: Pemkab Bogor Siapkan 40 Armada Bus untuk Mudik Gratis

Lama kelamaan, kawasan ini semakin ramai penduduk dan warga menamainya dengan sebutan Kampung Bilik. Budiyono mengungkapkan, untuk menata kawasan ini, warga melakukannya secara kolektif dan sama sekali tanpa campur tangan dari pemerintah.

"Lalu ya secara proses pembangunan ini ya kita gotong royong, Mas. Tanpa sedikitpun dibantu oleh pemerintah. Kita swasembada," ucapnya.

Budiyono dan sejumlah warga Kampung Bilik lainnya kemudian berinisiatif membuat komunitas yang dinamakan Kampung Bilik. Di sini berbagai kegiatan positif dilakukan warga secara kolektif.

"Kita ada di musik, lalu ada kreativitas membuat daur ulang limbah, lebih memanfaatkan limbah-limbah yang ada di sekitar dengan berangkat dari kesadaran kita sebagai anak bangsa untuk berbuat sesuatu terhadap lingkungan sekitar," ujarnya.

"Kita dengan konsep mandiri tadi, kita enggak ketergantungan dengan pemerintah, harus nungguin bantuan pemerintah. Kita enggak gitu," kata dia.

Terkait proses relokasi, Budiyono menegaskan warga sebetulnya mau-mau saja asalkan prosesnya transparan dan sesuai. Selain itu, warga berharap agar relokasi tidak jauh, misalnya ke rusun Tegal Alur.

"Ya, minimal ada transparansi lah (dalam proses relokasi warga)," ucapnya. (pan)


Berita Terkait


News Update